S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi, Naik 3 Pekan Berturut-turut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 15 Agustus 2026, 08:13 WIB
S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi, Naik 3 Pekan Berturut-turut
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Kecil Besar
rmol news logo Wall Street kembali berada di dekat level tertinggi sepanjang masa. Meski perdagangan ditutup melemah, S&P 500 tetap mampu mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, waktu AS, indeks S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 7.785,76. Nasdaq Composite melemah 0,3 persen ke 26.729,16, sementara Dow Jones Industrial Average turun 107,58 poin atau 0,2 Persen menjadi 53.732,41.

Dalam sepekan, S&P 500 naik 0,4 persen dan Nasdaq menguat 0,1 persen. Sebaliknya, Dow Jones turun 0,6 persen.

Kinerja S&P 500 sepanjang pekan tetap positif setelah indeks tersebut mencetak rekor pada Kamis. S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 7.800 dan sempat mencapai rekor tertinggi intraday di 7.816,70.

Sementara itu, Russell 2000 naik 0,5 persen pada Jumat dan mencatat penguatan selama empat sesi berturut-turut. Dalam sepekan, indeks saham berkapitalisasi kecil tersebut naik 1,1 persen.

Dari sisi sektor, energi menjadi salah satu penggerak utama Wall Street. Sektor energi naik 1,5 persen pada Jumat dan menguat 7,4 persen sepanjang pekan. Sebaliknya, sektor teknologi dan kesehatan masing-masing turun sekitar 0,6 persen pada Jumat.

Sejumlah saham mencatat pergerakan besar. Reddit melonjak sekitar 12 persen setelah diumumkan akan masuk ke indeks S&P 500 mulai 18 Agustus. Saham perusahaan drone juga menguat setelah Presiden Donald Trump mengenakan tarif impor terhadap drone dan komponennya. Unusual Machines melonjak 24 persen, Red Cat naik 8 persen, dan AeroVironment menguat 2 persen.

Sentimen pasar masih mendapat dukungan dari musim laporan keuangan kuartal II. Lebih dari 90 persen perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerjanya, dengan pertumbuhan laba diperkirakan lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, investor mulai mendapat sinyal yang kurang menggembirakan dari konsumen AS. Penjualan ritel Juli turun 0,6 persen, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

Kepercayaan konsumen juga melemah. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun menjadi 51 pada Agustus dari 55,2 pada Juli, menghentikan perbaikan yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA