Pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, S&P 500 ditutup turun 0,75 persen menjadi 7.706,05. Nasdaq Composite melemah 1,13 persen ke 26.936,04, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,68 persen menjadi 51.511,59.
Tekanan meluas ke sebagian besar sektor S&P 500. Sebanyak sembilan dari 11 sektor berakhir di zona merah, dipimpin sektor utilitas yang turun 1,72 persen dan layanan komunikasi yang melemah 1,49 persen. Volume perdagangan mencapai 17 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 16,5 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.
Saham teknologi menjadi salah satu sumber tekanan utama. Alphabet anjlok 3,8 persen dan Amazon turun 2,2 persen, sementara indeks saham semikonduktor PHLX melemah 1,2 persen. Saham Nvidia juga turun 1,5 persen.
Tekanan lebih besar terlihat pada saham sektor pariwisata yang ikut terdampak kekhawatiran terkait AI. Expedia dan Airbnb masing-masing merosot lebih dari 7 persen.
Di sisi lain, saham Meta naik 1 persen dan telah menguat sekitar 12 persen sepanjang pekan. Saham perusahaan tersebut mendapat sentimen positif setelah asisten AI Muse mendapat sambutan baik, yang dinilai dapat membuka peluang bagi perusahaan infrastruktur teknologi.
Sentimen pasar juga terbebani kenaikan harga minyak hampir 4 persen dan lonjakan imbal hasil Treasury. Imbal hasil Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2024. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.
BERITA TERKAIT: