Pada penutupan perdagangan perdagangan Senin, 21 September 2026, waktu setempat, Nasdaq melonjak 2,26 persen menjadi 27.122,09. S&P 500 ikut menguat 1,49 persen ke 7.764,70, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,71 persen menjadi 52.048,83.
Kenaikan paling mencolok datang dari saham-saham perusahaan chip. Intel melesat 12,2 persen, Arm Holdings melonjak 17 persen, sementara indeks semikonduktor PHLX naik 4,3 persen. Saham Advanced Micro Devices (AMD) juga naik sekitar 10 persen dan untuk pertama kalinya membawa kapitalisasi pasar perusahaan tersebut menembus 1 triliun Dolar AS.
Saham Meta ikut menguat 11,4 persen setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham perusahaan tersebut menyusul peluncuran asisten AI Muse. Pergerakan ini kembali memperkuat minat investor terhadap perusahaan yang terkait dengan perkembangan AI.
Penguatan bursa juga mendapat dukungan dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun di bawah level 5 persen, sementara harga minyak Brent jatuh ke bawah 100 Dolar AS per barel sebelum ditutup di 100,34 Dolar AS per barel.
Meski demikian, investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. The Fed menaikkan suku bunga pekan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun guna menekan inflasi. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 50 persen untuk kenaikan suku bunga berikutnya pada bulan depan.
Dari pergerakan sektoral, delapan dari 11 sektor S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor jasa komunikasi memimpin kenaikan dengan penguatan 4,16 persen, disusul sektor teknologi informasi yang naik 2,4 persen. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,5 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 sesi sebelumnya yang sebesar 16,2 miliar saham.
BERITA TERKAIT: