Sinergi antara komponen-komponen teknologi ini dinilai vital untuk membangun ekosistem digital nasional yang tangguh sekaligus mendongkrak daya saing industri di tingkat regional.
Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin Indonesia, Firlie H. Ganinduto, menjelaskan bahwa keberhasilan adopsi AI sangat bergantung pada kesiapan sarana pendukung seperti jaringan telekomunikasi, konektivitas satelit, pusat data, hingga layanan komputasi awan. Menurutnya, penguasaan infrastruktur digital dan semikonduktor juga akan memicu lompatan besar pada sektor lain seperti internet of things, keamanan siber, robotika, hingga teknologi otomasi manufaktur.
Menjelang ajang Indonesia Technology and Innovation 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus di Jakarta, Kadin mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia solusi teknologi.
"Transformasi digital membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan para pelaku teknologi. INTI 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut, membuka peluang kemitraan, serta mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia yang inovatif, terpercaya, dan berdaya saing," kata Firlie dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu 29 Juli 2026.
Firlie menambahkan, keterhubungan yang erat antara infrastruktur digital, semikonduktor, dan pengembangan AI tidak hanya akan mengefisiensikan proses produksi nasional, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain utama teknologi di kawasan Asia Tenggara.
BERITA TERKAIT: