Kolaborasi Kampus dan Industri Perkuat Daya Saing Talenta Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 15 Juli 2026, 14:41 WIB
Kolaborasi Kampus dan Industri Perkuat Daya Saing Talenta Indonesia
Ilustrasi (Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Daya saing Indonesia semakin ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri dan pasar kerja global. Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan, riset, dunia usaha, dan dunia industri.

Tantangan tersebut masih nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan pendidikan tinggi mencapai 6,23 persen pada Februari 2025.

Sementara itu, pemerintah mencatat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi belum terserap dunia kerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam konteks tersebut, Universitas Binawan menjadikan Dies Natalis ke-25 sebagai momentum untuk memperkuat perannya dalam membangun ekosistem talenta melalui tema "Anchored in Akhlaq, Driven by Digital Innovation, Positioned for the World".

Berdasarkan tracer study, 93 persen lulusannya memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.

Penguatan ekosistem tersebut didukung lebih dari 100 kemitraan dengan perguruan tinggi, rumah sakit, institusi pemerintah, organisasi profesi, dan mitra industri di dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi ini mendukung pengembangan kurikulum berbasis industri, riset terapan, pertukaran akademik, serta membuka akses karier di tingkat global.

Hingga kini, lebih dari 2.000 alumni Universitas Binawan berkarier di berbagai negara, terutama di sektor keperawatan di Australia, Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Pada 2026, alumni kembali diberangkatkan ke Austria dan Australia. Di saat yang sama, universitas juga memperkuat kapasitas riset melalui predikat Klaster Utama Kapasitas Riset dan Inovasi serta penambahan tujuh dosen bergelar doktor.

Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwyni, M.M., M.I.M., mengatakan perguruan tinggi perlu berperan sebagai penghubung antara pendidikan dan dunia kerja agar mampu menghasilkan talenta yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi perubahan.

"Dua puluh lima tahun menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan tinggi harus mampu membangun karakter, meningkatkan kompetensi, sekaligus membuka akses terhadap peluang kerja dan kolaborasi di tingkat global," katanya dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Plt. Rektor Universitas Binawan, Prof. Henny Suzana Mediani, S.Kp., M.Ng., Ph.D., mengatakan serapan lulusan, penguatan riset, dan perluasan kolaborasi internasional menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing SDM Indonesia. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA