
Saham Rolls-Royce Holdings PLC ditutup menguat 2,66 persen atau naik 39 poin ke 1.506,80 pence (GBX) pada perdagangan Senin, 3 Agustus di Bursa London. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.467,80 pence.
Sepanjang perdagangan, saham bergerak fluktuatif di kisaran 1.500-1.520 pence sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.
Penguatan saham didukung prospek bisnis pertahanan yang semakin positif. CEO Rolls-Royce Tufan Erginbilgic mengatakan komitmen pemerintah Inggris senilai 9 miliar Poundsterling untuk Global Combat Air Programme (GCAP) memberikan kepastian pendanaan program hingga 2030.
Meski dana tersebut bukan kontrak langsung untuk Rolls-Royce, perusahaan menilai kepastian anggaran akan mendukung perencanaan investasi dan pengembangan mesin pesawat tempur generasi baru.
Selain GCAP, Rolls-Royce juga melihat peluang pertumbuhan dari program AUKUS dan pengembangan sistem pertahanan otonom. Perusahaan juga menyoroti keberhasilan penerbangan perdana drone pengisian bahan bakar MQ-25A Stingray milik Angkatan Laut AS yang menggunakan mesin Rolls-Royce.
Pada semester pertama 2026, divisi pertahanan Rolls-Royce membukukan margin operasi 21 persen, didukung peningkatan layanan purnajual, efisiensi produksi, serta pertumbuhan penjualan internasional. Kinerja tersebut semakin memperkuat optimisme investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: