Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran bagi calon siswa. Sebaliknya, penerimaan dilakukan melalui proses penjangkauan terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera.
"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini tim bapak bupati, wali kota, maupun gubernur di tingkat provinsi," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis Kemensos, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, pendataan calon siswa dilakukan secara komprehensif bersama pemerintah daerah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan penerima manfaat sesuai kriteria.
"Kerja sama bersama Dikdasmen setempat, bersama BPS untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," katanya.
Dalam pembukaan MPLS di gedung permanen Sekolah Rakyat Sragen, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Kegiatan diawali dengan penampilan baris-berbaris, yel-yel siswa, pencak silat, pidato dalam tiga bahasa, paduan suara, pembacaan puisi, hingga demonstrasi proses belajar mengajar oleh seorang guru IPA.
Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan para calon siswa. Ia menanyakan kesiapan mereka mengikuti pendidikan di sekolah berkonsep asrama tersebut.
"Siap sekolah?" tanya Gus Ipul.
"Siap!" jawab para calon siswa serempak.
"Ada yang ingin mundur?"
"Tidak!"
"Alhamdulillah semuanya sudah semangat sekolah," ujar Gus Ipul.
Salah seorang orang tua calon siswi, Murni, mengaku bersyukur putrinya, Septiana Selfi Safira (12), dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia berharap anaknya yang selama ini berprestasi di sekolah dapat meraih cita-citanya menjadi guru matematika.
"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika," ungkap Murni.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, sekitar 28 ribu siswa baru telah bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, serta diperkirakan masih akan terus bertambah.
"Dan ini masih akan bertambah terus (jumlahnya)," kata Gus Ipul.
BERITA TERKAIT: