Jika kesepakatan tercapai, kesepakatan tersebut berpotensi mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Pada awal perdagangan, harga minyak mentah Brent turun 37 sen atau 0,5 persen menjadi 79,08 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 53 sen atau 0,7 persen ke 74,69 Dolar AS per barel.
Meski harapan perdamaian meningkat, ketegangan di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Iran memperingatkan bahwa jika kembali diserang oleh AS, mereka akan membalas dengan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah dan Teluk Aden, meski klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Arab Saudi.
Dari sisi pasokan, tekanan tambahan datang dari Amerika Serikat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli. Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang sebelumnya memperkirakan stok justru turun sekitar 1,5 juta barel.
BERITA TERKAIT: