Kepengurusan baru tersebut diharapkan memperkuat ekosistem seni, memperluas ruang ekspresi, serta menjadikan kebudayaan sebagai salah satu kekuatan Jakarta menuju 50 besar kota global pada 2030.
Sebanyak 25 anggota DKJ ditetapkan melalui Surat Keputusan Akademi Jakarta Nomor 2 Tahun 2026. Mereka terbagi dalam enam komite, yakni Film, Teater, Musik, Seni Rupa, Sastra, dan Tari.
“Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan amanah dalam merawat kehidupan kesenian, kebudayaan, kreativitas, dan berbagai ekspresi budaya di Jakarta sebagai kota global,” kata Pramono, dikutip dari PPID DKI.
Menurut Pramono, kekuatan seni dan budaya menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-71 dari 156 kota global dan menargetkan masuk dalam 50 besar pada 2030.
“Untuk menjadi
top fifty, salah satu syarat pentingnya adalah ruang kesenian dan kebudayaan yang kuat," kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta telah memperluas pemanfaatan ruang publik untuk aktivitas seni dan budaya, antara lain melalui pembukaan sejumlah taman selama 24 jam, perpanjangan operasional perpustakaan hingga pukul 23.00 WIB, serta museum hingga pukul 22.00 WIB.
Anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2026-2029:
Komite Film:Dewi Rachmy Kurniaty
Gelar Agryano Soemantry
Rumana Yunus Yamanie
Sigit Pradityo Soetjipto
Umi Lestari
Komite Teater:Akbar Yumni
Aulia Detha Amalia
Enny Yulyanti
Yustiansyah Lesmana
Komite Musik:Amar Aprizal
Ignatius Aditya
Mellody Arben
Muhammad Taufik
Komite Seni Rupa:Berto Tukan
Daniella Fiitria Praptono
Hilmi Faiq
Luthfan Nur Rochman
M. Ady Nugeraha.
Komite Sastra:Dhianita Kusuma Pertiwi
Esha Tegar Putra
Martin Suryajaya
Komite Tari:Conni Retno Kusumawati,
Densiel Prisma Y. Lebang
Kennya Rizki Rinonce
Siti Alisa Anjelira Fariza.
BERITA TERKAIT: