Langkah ini ditandai dengan pertemuan strategis antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama para bos bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BTN), kemarin, Rabu 13 Mei 2026.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah membedah hambatan dan mempercepat program social housing agar impian masyarakat memiliki hunian layak bukan sekadar angan-angan.
Pertemuan ini menjadi krusial untuk memastikan akses pembiayaan perumahan rakyat menjadi lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.
Dony mengungkapkan bahwa integrasi antar-BUMN sektor keuangan adalah kunci untuk menciptakan skema pembiayaan yang tidak kaku.
"Pembahasan mencakup pengembangan skema pembiayaan yang adaptif, peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak, serta dukungan terhadap pembangunan kawasan permukiman yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar Dony dalam keterangannya, dikutip Kamis 14 Mei 2026.
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana Himbara bisa merangkul segmen yang selama ini sulit menjangkau KPR, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Dony menekankan bahwa sinergi ini harus mampu melahirkan solusi nyata yang memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah tanpa terbebani birokrasi pembiayaan yang rumit.
Tak hanya soal tempat tinggal, langkah ini juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Jika sektor perumahan bergerak cepat, maka ratusan industri turunannya, mulai dari semen hingga furnitur, akan ikut terakselerasi.
"Penguatan sektor perumahan juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan sektor properti dan industri pendukungnya," kata Dony.
BERITA TERKAIT: