Pada penutupan perdagangan Senin 16 Maret 2026 waktu setempat, indeks STOXX 600 bangkit dan menguat 0,44 persen ke level 598,47, sebuah pembalikan arah yang cukup melegakan setelah sempat lunglai di awal sesi.
Angin segar ini berhembus seiring mulai meredanya harga minyak mentah dunia, didorong oleh harapan pulihnya lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi energi global.
Bursa regional utama juga menghijau. Indeks DAX Jerman menguat 0,50 persen atau 116,72 poin menjadi 23.564,01. CAC Prancis menguat 0,31 persen atau 24,44 poin ke posisi 7.935,97. Sedangkan FTSE 100 Inggris bertambah 0,55 persen atau 56,54 poin menjadi 10.317,69 dan
Sentimen pasar kali ini juga diwarnai oleh spekulasi investor terhadap langkah politik Amerika Serikat. Banyak pihak meyakini pemerintahan Donald Trump akan berupaya meredam konflik di Timur Tengah lebih cepat guna menjaga stabilitas ekonomi domestik menjelang pemilu paruh waktu.
Di sisi lain, perhatian kini tertuju sepenuhnya pada pergerakan para petinggi bank sentral dunia, mulai dari Jerome Powell hingga Christine Lagarde, yang dijadwalkan memberikan proyeksi ekonomi terbaru terkait dampak ketegangan geopolitik terhadap laju inflasi dan suku bunga.
Dinamika di lantai bursa pun terasa kian kontras melalui pergerakan saham-saham individu. Commerzbank sukses terbang 9 persen menyusul manuver UniCredit yang ingin memperkuat kepemilikannya, sementara raksasa alat bantu dengar Amplifon justru tumbang 14 persen ke titik terendah dalam sembilan tahun akibat beban akuisisi besar terhadap GN Store Nord.
Meski demikian, optimisme jangka menengah tetap terjaga, terbukti dengan langkah Goldman Sachs yang berani mematok target lebih tinggi bagi indeks FTSE 100 Inggris untuk 12 bulam ke depan, ke level 10.800 poin dari sebelumnya 10.400 poin.
BERITA TERKAIT: