Angka ini meningkat 13,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp84,2 miliar.
Pratama juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp443,8 miliar pada 2025, naik 3,68 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp428,1 miliar.
Presiden Direktur Quartantyo Wijanarko menjelaskan, kinerja positif perusahaan didorong oleh bisnis inti di sektor jasa penyewaan kendaraan melalui merek Tugu Rent serta pengelolaan ruang perkantoran melalui Wisma Tugu.
Menurutnya, kedua lini usaha tersebut berperan dalam menyediakan solusi mobilitas dan ruang kerja bagi pelanggan korporasi maupun individu, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Sepanjang tahun 2025, di tengah dinamika ekonomi makro yang menantang, Pratama tetap menunjukan proforma keuangan yang positif, melalui penguatan operasional dan perluasan pasar baik di segmen BUMN, BUMD dan Swasta Multinasional. Atas capaian tersebut, Perseroan juga berkomitmen untuk memberikan dividen kepada Pemegang Saham,” ujar Quartantyo dalam keterangannya, Sabtu 6 ajuni 2026.
Komisaris Utama Pratama, Hedi Hudayana berharap ke depannya perseroan dapat terus mempertahankan kinerja tersebut.
“Harapannya, semangat kolaboratif ini terus terjaga agar Perseroan mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis di masa mendatang dan mempertahankan performa yang berkelanjutan,” kata Hedi.
Ke depan, Pratama berencana memperkuat penerapan manajemen risiko dan penguatan merek perusahaan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan bisnis sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas dan operasional pelanggan secara berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: