Sentimen pasar membaik seiring turunnya harga energi dan munculnya optimisme terhadap potensi kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memulihkan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Indeks STOXX 50 zona Euro naik 0,2 persen ke level 6.078, sementara STOXX 600 pan-Eropa bertambah 0,1 persen ke 628. Penurunan harga minyak dan gas membantu meredakan tekanan pada pasar obligasi Eropa sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Sektor konsumen siklikal dan barang mewah menjadi motor penguatan pasar. Sektor perbankan juga menguat, namun sebaliknya, saham energi tertekan akibat melemahnya harga minyak.
Di Jerman, indeks DAX 40 ditutup nyaris stagnan di level 25.178 setelah sempat menguat. Sentimen positif datang dari laporan media Iran mengenai draf kerangka perdamaian dengan AS yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam 30 hari. Namun, penguatan pasar tertahan setelah Washington membantah adanya kesepakatan tersebut.
Saham konsumen dan otomotif memimpin kenaikan di Frankfurt. Adidas melesat 5,3 persen, Lufthansa naik 3,3 persen, sementara Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen masing-masing menguat lebih dari 2 persen didukung data penjualan mobil Uni Eropa yang solid. Di sisi lain, Siemens Energy turun 3,9 persen dan RWE melemah 3,4 perssen.
Di Prancis, CAC 40 naik 0,4 persen ke level 8.208. Saham barang mewah kembali menjadi penopang utama, dipimpin kenaikan LVMH 3,1 persen, L’Oréal 4,6 persen, dan Hermès 2,3 persen. Saham otomotif seperti Stellantis dan Renault juga menguat lebih dari 3 persen.
Sementara itu, pejabat ECB François Villeroy de Galhau menegaskan bank sentral akan “melakukan apa pun yang diperlukan” untuk menjaga inflasi kembali ke target 2 persen di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Berbeda dengan mayoritas bursa utama Eropa, indeks FTSE MIB Italia justru turun 0,6 persen ke 49.579. Pelemahan dipicu tekanan pada sektor utilitas dan energi.
Saham Enel turun 2,4 persen, namun, Stellantis masih mampu naik 3,8 persen setelah Volvo Cars mendapat persetujuan regulator AS untuk melanjutkan operasional di pasar Amerika.
Di Inggris, FTSE 100 ditutup menguat tipis dan memperpanjang reli delapan sesi beruntun. Penurunan harga minyak mendorong sentimen positif pasar, sementara saham pertahanan menguat menjelang penandatanganan perjanjian keamanan baru Inggris-Polandia. Rolls-Royce dan Babcock naik sekitar 2,5 persen.
Saham-saham unggulan seperti HSBC, Unilever, dan GSK turut menopang indeks. Namun, pelemahan harga minyak membebani saham energi, dengan Shell dan BP masing-masing turun 2,2 persen dan 2,8 persen.
BERITA TERKAIT: