BRI Gandeng BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM untuk Perkuat Investasi Daerah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 03 Februari 2026, 12:07 WIB
BRI Gandeng BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM untuk Perkuat Investasi Daerah
Penandatanganan MOU antara BRI, BP Batam dan Kementerian UMKM dalam Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment. (Foto: Dok BRI)
rmol news logo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta Kementerian UMKM untuk mendorong investasi serta pemberdayaan UMKM di Batam.

Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment. Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, serta Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya.

Melalui kerja sama ini, BRI memperkuat kolaborasi dengan BP Batam lewat MoU Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan untuk mendukung transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. 

BRI juga menandatangani MoU bersama Kementerian UMKM dan BP Batam terkait perluasan akses permodalan dan investasi bagi UMKM di kawasan tersebut.

Langkah ini untuk mempercepat realisasi investasi sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Batam, yang selama ini dikenal sebagai basis industri manufaktur berorientasi ekspor dengan dukungan posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan jalur perdagangan global.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan, kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam membangun ekosistem investasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, BRI berkomitmen membangun konektivitas investasi yang utuh, mulai dari masuknya Foreign Direct Investment (FDI), penguatan kawasan industri, hingga pemberdayaan UMKM sebagai bagian integral dari rantai nilai ekonomi,” ujar Riko dalam keterangan resmi pada Selasa, 3 Februari 2026.

Untuk mendukung kebutuhan investor dan pelaku usaha, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution yang menyediakan layanan perbankan terintegrasi, mulai dari pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha. 

Pendekatan ini diperkuat melalui kehadiran BRI QLola, platform digital yang dirancang sebagai one-stop corporate digital ecosystem dengan berbagai fitur pengelolaan kas, pembayaran, treasury, hingga trade finance.

Selain itu, BRI juga mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, BRI telah membentuk lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah. BRI juga menghadirkan platform LinkUMKM yang hingga kini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM untuk memperluas pasar dan mempercepat proses naik kelas.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan realisasi investasi nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun. 

Dari jumlah tersebut, kontribusi BP Batam tercatat mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Rp60 triliun.

“Angka ini bukan sekedar angka tapi mencerminkan bahwa adanya kepercayaan baik itu pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Investasi ini memang sangat strategis maka kerja kami berupaya menjemput bola agar realisasi investasi ini dapat segera terlaksana,” tegas Todotua.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan mampu memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM di KPBPB Batam.

“Melalui perluasan akses permodalan dan investasi, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi, kami berharap UMKM di Batam dapat naik kelas, menjadi penopang ekonomi lokal, dan berdaya saing di rantai nilai global,” ungkap Helvi.

Sebagai tahap awal, Kementerian UMKM akan menjalankan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) untuk melakukan pendampingan akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM di KPBPB Batam.

Melalui kolaborasi ini, BRI optimis mampu membangun ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA