Wah, Penumpang Mesti Beli Tiket Kelas Mahal

Tiket Pesawat Masuk Tarif Batas Atas

Rabu, 28 Desember 2016, 09:03 WIB
Wah, Penumpang Mesti Beli Tiket Kelas Mahal
Foto/Net
rmol news logo Menjelang momen pergantian tahun, masyarakat yang ingin berpergian menggunakan pesawat mesti menyiapkan uang lebih untuk membeli tiket domestik. Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) menyatakan, saat ini tiket sudah memasuki tarif batas atas.

Meski demikian harga tiket pe­sawat disebut-sebut tetap stabil alias tidak naik. Wakil Sekretaris Jenderal Astindo Pauline Su­harno menjelaskan, harga tiket memang tidak mengalami kenai­kan. Nmun, calon penumpang mesti menyiapkan uang lebih karena akan membeli tiket tarif batas atas yang harganya lebih tinggi, terutama untuk tujuan wilayah favorit.

"Seat kelas murah dan kelas mahal telah disediakan. Tapi untuk alokasi seat kelas murah sudah habis, maka calon penump­ang yang mau jalan-jalan atau Tahun Baruan dengan pesawat ya pilihannya cuma ada tiket yang kelas mahal," jelasnya, kemarin.

Dia mengatakan, penetapan tarif batas atas untuk tiket pe­sawat adalah ketetapan yang sudah diputuskan Kemente­rian Perhubungan (Kemenhub). Ketentuan ini mengacu pada Keputusan Menhub Nomor 126 Tahun 2015 tentang Mekanisme formulasi perhitungan dan pen­etapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang.

Dia menjelaskan, kondisi ini disebabkan jumlah calon penumpang pesawat yang mem­bludak. Tiket biasa sudah dis­erbu oleh penumpang, hingga saat ini yang tersisa hanya tiket tarif batas atas.

Tercatat, walau harga relatif mahal, namun hingga akhir pekan ini jumlah peminat kend­araan jalur udara sudah melon­jak hingga 10 persen.

"Penting untuk diketahui ka­lau tiket pesawat tidak naik ya, tapi calon penumpang sekarang cuma bisa membeli untuk yang batas atas," katanya.

Dia mencontohkan, salah satu wilayah yang paling diminati adalah jurusan Belitung. Untuk tiket pesawat tujuan Belitung, kini telah mencapai di batas atas. Dari harga Rp 800 ribu calon penumpang mesti membayar Rp 1,4 juta.

"Misalnya untuk tujuan Beli­tung, Tanjung Pandan sekarang harus bayar Rp 1,4 juta, lebih tinggi Rp 600 ribu dari harga tarif biasa," tuturnya.

Dia menjelaskan, dengan mem­beli tarif batas atas, penumpang akan mendapatkan pelayanan dengan kualitas lebih baik diband­ing tarif biasa. Lebih lanjut, kata dia, masyarakat tidak akan kehabisan tiket selama berani merogoh kocek lebih dalam.

Bahkan, melihat euforia masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat wisata seperti Bali, Manado, Danau Toba, Lombok, Belitung, dia yakin permintaan tiket pesawat masih terus tinggi sampai penutupan Desember.

"Selama berani bayar lebih mahal masyarakat bisa meng­gunakan pesawat untuk menda­tangi tempat wisata," ucapnya.

Sedangkan untuk arus kepu­langan dia memprediksi akan terjadi mulai tanggal 1 hingga 8 Januari 2017. "Setelah perayaan tahun baruan biasanya ramai atau Minggu kedua Januari," ujar dia.

Sedangkan Menhub, Budi Karya memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 1 dan 2 Januari 2017 mendatang. Dia mencatat jumlah penump­ang yang menggunakan moda transportasi pesawat udara pada libur Natal 2016 dan tahun baru 2017 akan mengalami peningka­tan 9 persen atau lebih.

Arus keberangkatan tertinggi terjadi pada Sabtu 24 Desember 2016, terpantau sekitar 340 ribu lebih penumpang. "Sejauh ini angkutan udara berjalan den­gan baik, perkembangannya bahkan bisa tumbuh 9 persen," paparnya.

Kebanyakan penumpang pe­sawat memesan tiket tujuan Bandar Udara Internasioal Kualanamu dan Bandar udara Inernasional I Gusti Ngurah Rai Bali. "Itu artinya banyak saudara-saudara kita mengguna­kan angkutan udara dari pulau ke pulau," kata Budi.

Sebelumnya, dia juga meneka­nkan dua hal kepada pengelola bandara yakni memantau pem­berlakuan tarif tiket penerban­gan dan diimbau agar harga tiket penerbangan tidak melampaui harga batas tertinggi. "Kami telah berkoordinasi dengan operator bandara untuk memper­hatikan dan melakukan pengece­kan terhadap kenaikan harga tiket, bila sudah mencapai batas tertinggi agar segera dilakukan tambahan penerbangan sehingga akan normal," terangnya.

Selain mengimbau, mantas bos AP II ini juga meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan penambahan slot time dari berbagai jurusan. "Kami meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk mengeluarkan slot baru kepada airline sehingga ada tambahan slot dari berbagai juru­san dan agar supply akan lebih berimbang dengan demand," tambah dia.

Hal kedua yang ditekankan Menhub adalah meningkat­kan keamanan dengan melaku­kan pengamanan tertutup dan melakukan pemeriksaan ter­hadap setiap penumpang dan kendaraan yang masuk ke area bandara. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA