Ketua Himpunan WirasÂwasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengaÂtakan, saat ini bahwa banyak masyarakat tertipu dan menÂganggap seolah-olah PerÂtamini adalah bagian dari unit usaha Pertamina.
"Padahal Pertamini adalah usaha eceran yang dilakukan perorangan," katanya, kemarin.
Menurut Eri, keberadaan Pertamini sebenarnya tidak lepas dari kebutuhan BBM masyarakat di berbagai daerÂah. Hanya saja, keberadaan Pertamini melanggar UUMigas serta tidak memiliki izin dan standar yang sudah ditentukan.
"Pertamini tidak memiÂliki SOP (Standar Operasional Prosedur) dan standar takaran serta keselamatan lingkungan. Makanya, pemerintah daerah harus segera menindak tegas," kata Eri.
Pengamat kebijakan pubÂlik Agus Pambagio menilai, pengelola Pertamini bisa dikeÂnakan denda Rp 60 miliar karena melanggar UU Migas. "Keberadaan Pertamini sangat berbahaya. Pemerintah harus segera menertibkan," katanya.
Jika pemerintah tidak tegas, maka keberadaan Pertamini akan semakin menjamur. PaÂdahal, kata dia, mereka tidak memiliki izin sebagai pengecer BBM. Apalagi, mereka mengÂabaikan soal keamanan.
Padahal, usaha retail BBM sangat rawan dengan risiko kebakaran. Pendirian StaÂsiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saja memiliki persyaratan tertentu, seperti lokasi dan adanya alat pemÂadam kebakaran.
Dia menilai, salah satu peÂnyebab menjamurnya, PerÂtamini juga disebabkan beÂberapa SPBU melayani para pembeli yang menggunakan jiriken. Padahal, penjualan semacam itu sudah jelas meruÂpakan pelanggaran.
Pengusaha Pertamini di Kampung Kramat, Setu CipÂayung Jakarta Timur, Samad mengatakan, dirinya memesan peralatan pengecer BBM di daerah Depok. Untuk dua tabung, masing-masing berisi Pertamax dan Premium, harga yang dipatok industri perumaÂhan sebesar Rp10 juta. "Untuk tabung penyimpanan, masing-masing kapasitasnya 110 liter. Jadi totalnya, Pertamax dan Premium, berisi 220 liter," kata Samad.
Samad tidak menepis bahwa banyak konsumen tertarik, karena peralatan Pertamini mirip SPBU Pertamina. KarÂena penampilannya yang lebih menarik itulah, dia mengaku bisa menjual lebih banyak dibandingkan jika menjual dengan botol. ***
BERITA TERKAIT: