Wakil Ketua Umum Bidang BUMN Kadin Adisatrya Sulisto mengatakan, perusahaan BUMN dan swasta perlu bekerja sama untuk menunjang kelangsungan iklim bisnis nasional. Apalagi, saat ini sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).
"Persaingan perusahaan bukan lagi antar BUMNdan swasta, melainkan antar negara. Karena itu BUMNdan pelaku usaha swasta perlu segera bersÂinergi agar dapat memenangkan persaingan dengan negara lain," ujarnya, kemarin.
Menurutnya, perbaikan komunikasi dan sharing inÂformasi secara cepat dan terÂstruktur antara BUMN dan swasta harus segera dilakukan untuk menghindari adanya permasalahan praktik monopÂoli dalam dunia usaha Tanah Air. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah membuat enam holding BUMN, yaitu bidang tambang, minyak dan gas, infrastrukur, keuangan, perumahan, dan pangan.
Dengan operasi bisnis BUMN yang sangat didukung pemerinÂtah tersebut, Adi mengatakan, pelaku usaha swasta khawatir akan terjadinya kembali moÂnopoli usaha dan persaingan tidak sehat. Pemerintah harus mempertimbangkan keseimbanÂgan, keberlanjutan sektor usaha yang dimiliki oleh swasta
"Swasta juga memiliki peran untuk menciptakan daya saing dan persaingan yang sehat,"kata Adi.
Bahkan, tambah Adi, dengan rencana revisi Undang-Undang No 19 tahun 2003 tentang BUMN yang akan memberikan keleluasaan kepada BUMN untuk menunjuk langsung serta memberikan kesempatan yang sangat luas bagi anak perusaÂhaan BUMN untuk memonÂopoli usaha, diperkirakan akan mematikan usaha swasta di sektor tersebut.
"Tidak sedikit pihak swasta yang khawatir dengan impact dari holding ini. Maka, kita berharap dengan adanya konÂsilolidasi ke depan, sinergi BUMN dan swasta bisa lebih ditingkatkan. Banyak swasta yang mumpuni untuk menduÂkung pemerintah dalam memÂbangun ekonomi nasional," tuturnya.
Menteri Keuangan Sri MuÂlyani Indrawati sebelumnya mengatakan, pembentukan holding BUMN diharapkan menjadi solusi badan usaha itu mampu memenangkan perÂsaingan global. "Diharapkan menjadikan BUMN bekerja lebih efisien dan memperkuat daya saingnya dalam komÂpetisi global," katanya.
Menurut dia, dengan pemÂbentukan holding BUMN maka perusahaan-perusahaan negara dapat bersaing secara lebih kompetitif dalam menghadapi pasar global. Selain itu, pemÂbentukan holding juga akan meningkatkan nilai perusahaan dalam memperkuat struktur permodalan, peningkatan aset, serta efisiensi usaha.
"Ini mendorong BUMN menjadi
the real player in the world dalam era pasar bebas," katanya.
Menurut dia, kondisi BUMN yang saat ini bisnisnya terpÂisah-pisah membuat struktur permodalan BUMN menÂjadi tidak kompetitif. AkibatÂnya, kegiatan pembangunan BUMN sangat bergantung dari suntikan modal dari pemerinÂtah melalui APBN. ***
BERITA TERKAIT: