Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan KonÂservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengungkapkan, tahun depan pihaknya akan mendorong penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 255 MegaÂwatt (MW).
Tambahan ini nantinya membuat kapasitas tenaga panas bumi Indonesia menÂjadi 1.908,5 MW atau naik 26,09 persen dari posisi saat ini 1.513,5 MW. PeÂnambahan tersebut akan membuat Indonesia mengalahkan Filipina yang saat ini menjadi negara pengÂhasil panas bumi terbesar kedua di dunia.
"Filipina sumber panas buminya hampir habis. Sedangkan, Indonesia masih banyak. Tahun deÂpan, kalau tambahannya tepat bisa mengalahkan Filipina," yakin Yunus di Jakarta kemarin.
Yunus berharap, proyek-proyek yang dijadwalkan beroperasi tahun depan daÂpat segera berjalan sesuai rencana. Adapun beberapa proyek itu, antara lain PLTP Dieng dengan kapaÂsitas 10 MW, PLTP Sarula unit 2 dengan kapasitas 110 MW, PLTP Ulubelu unit 4 berkapasitas 55 MW, PLTP Lahendong skala keÂcil 5 MW, dan PLTP Lumut Balai unit 1 berkapasitas 55 MW.
Selain itu, ada proyek PLTP Karaha berkapasitas 30 MW yang dijadwalkan beroperasi tahun ini, naÂmun dimundurkan hingga Maret 2017. Hal ini dikarenakan ada masalah dengan kontraktor mitra PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang belum kelar.
Di samping proyek-proyek tersebut, Kementerian ESDM juga akan membuka lelang bagi enam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total 330 MW, terdiri dari WKP TeÂlaga Ranu (5 MW), WKP Sekincau (110 MW), WKP Oka-Ile Ange (10 MW), Kepahiang (110 MW), Grandong (55 MW), dan Pandan sebesar 40 MW.
Kata Yunus, pihaknya seÂdang meminta persetujuan dari pemerintah daerah setempat. Diharapkan, SuÂrat Keputusan (SK) dari Menteri ESDM diharapÂkan bisa terbit April mendatang.
"Bila seluruh potensi paÂnas bumi Indonesia sudah dimanfaatkan dengan baik, Indonesia bisa menyalip Amerika Serikat sebagai negara penghasil panas bumi pertama di dunia," ujarnya pede.
Investasi EBTKE Capai 87,4% Realisasi investasi EBTKE tahun 2016 sejauh ini cukup bagus. Direktur Jendral (Dirjen) EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, pada triwulan III-2016 reÂalisasi investasi telah menÂcapai sebesar 1,198 miliar dolar AS atau setara Rp 16,17 triliun dari target taÂhun ini sebesar 1,37 miliar atau Rp 18,49 triliun.
"Realisasi investasi suÂdah 87,4 persen. Salah saÂtunya terdiri dari investasi panas bumi 0,84 miliar dolar AS," ungkap Rida.
Kemudian, nilai investasi pada aneka Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah 0,06 miliar dolar AS atau 60 persen dari tarÂget 0,1 miliar dolar AS.
Sementara itu, investasi bio energi mencapai 298 juta dolar AS atau 94,7 persen dari target 310 juta dolar AS. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2,3 miliar dolar AS.
"Realisasi investasi ini diharapkan dapat tercapai target hingga akhir 2016," kata Rida. ***
BERITA TERKAIT: