BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi blusukan diÂdampingi Dirjen PerkeretaaÂpian Prasetyo Boeditjahjono dan Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Bambang S Ervan. Mereka memulai sidak dari Stasiun Palmerah, naik kereta menuju Serpong pada pukul 07.00 WIB dan tiba dilokasi pukul 07.21 WIB.
Sampai di Serpong, BKS meninjau fasilitas stasiun dan berbincang dengan penumpÂang. "Mau ke mana, sering terlambat nggak di sini?" tanÂya Menhub. "Mau ke Tanah Abang Pak. Nggak sering terlambat sih, tapi padat. Jadi saya nunggu sampai kereta ngÂgak padat Pak, terus baru naik deh," jawab penumpang.
Tidak lama di Stasiun SerÂpong, BKS kembali naik kereta menuju Stasiun Tanah Abang. Untuk mengecek peÂlayanan, rombongan membeli sendiri Tiket Harian Berjamin (THB). Sepanjang perjalanan, BKS juga melakukan dialog dengan banyak penumpang. Penumpang umumnya sudah puas, namun mengeluhkan kepadatan di dalam kereta.
"Mau ke mana bu, sering naik kereta? Ada masukan nggak?" tanya Menhub. "Mau ke Tanah Abang Pak, saya sih nggak sering naik kereta, sesekali saja kalau ke Jakarta. Udah nyaman sih, tapi kalau bisa ditambahin biar nggak ada yang berdiri," jawab Ibu.
BKS mengakui blusukan dilakukannya karena banyak mendengar kabar bahwa comÂmuterline Serpong-Jakarta sering terlambat.
"Jadi kita mau cari solusÂinya, pertama kita mau memÂperbanyak kereta api. Kedua, kita pikirkan bagaimana saat keberangkatan ke sini lebih banyak atau menambah rangÂkaian. Tapi kan kita nggak bisa lakukan kalau nggak lihat apa yang terjadi di lapangan," katanya.
BKS mengatakan, peningkaÂtan layanan akan terus dilakuÂkan. Karena, Commuterline sangat membantu warga ibu koÂta dengan transportasi efisien, cepat dan murah. ***
BERITA TERKAIT: