Pramono menyoroti kesenjangan besar antara kapasitas MRT Jakarta dan Shenzhen Metro. Shenzhen Metro mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari dengan jaringan sepanjang sekitar 635 kilometer, sementara MRT Jakarta saat ini baru melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari.
"Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya," kata Pramono dikutip dari PPID DKI Jakarta, Jumat 24 April 2026.
Kesenjangan itu, menurut Pramono, menjadi urgensi tersendiri mengingat mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari.
Ia menegaskan MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi.
Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group, Huang Liping, mendukung langkah Jakarta yang memprioritaskan sistem TOD sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
Ia menyebut pengalaman Shenzhen membuktikan bahwa perencanaan metro yang matang tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti. Peta
"Kami mendukung penguatan kemitraan Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik untuk membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," kata Huang.
BERITA TERKAIT: