Jokowi menilai, pertumbuÂhan ekonomi kuartal III-2016 melambat tidak terlepas dari pengaruh perlambatan ekonomi dunia. Namun demikian, dia yakin kuartal IV bakal naik meskipun tipis.
"Kami optimistis naiknya sedikit-sedikit, tetapi yang penting naik. Kuartal III ini tumbuh 5,02 persen. Kami berÂharap, pada kuartal lV paling tidak kan 5,1-5,2 persen. ArtiÂnya, ada kenaikan meskipun sedikit," kata Jokowi di JaÂkarta, kemarin.
Kenaikan tersebut, lanjut Jokowi, meskipun tipis akan membangkitkan optimisme untuk perekonomian. Karena, pertumbuhan ekonomi negara lain terus menurun.
Selain pertumbuhan ekonomi, Jokowi mengatakan, optimisme perekonomian Indonesia dapat dari kenaikan tingkat kemudaÂhan berbisnis (
easy of doing business) yang dilansir oleh Bank Dunia yang menyebutkan peringkat Indonesia naik menÂjadi 91 dari sebelumnya berada di urutan 109.
Namun demikian, bekas Gubernur DKI Jakarta itu meÂminta masyarakat tidak cepat puas. Karena, dirinya mengÂinginkan Indonesia menembus peringkat 40.
Jokowi mengingatkan, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk menggapai mimpi tersebut. Antara lain, belum efisiennya birokrasi. Selain itu, masih terjadinya praktik pungutan liar (pungli).
Untuk meningkatkan peringÂkat kemudahan bisnis, pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi 1 hingga 13. Meskipun diakui Jokowi, Ada beberapa paket kebijakan ekonomi ternyata belum mampu mendongkrak peringkat kemuÂdahan berbisnis.
"Kalau paket kebijakan ekonomi bisa dilaksanakan dengan baik, kemudahan bisnis akan naik," pungkasÂnya. ***
BERITA TERKAIT: