Kalbar, APP Dan Yayasan Belantara Teken MoU Lanskep Berkelanjutan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 30 Juni 2016, 14:48 WIB
rmol news logo Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menandatangani nota kesepahaman dengan Asia Pulp & Paper Group (APP) dan Yayasan Belantara sebagai partner dalam pengembangan lansekap berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Nota kesepahaman ini terutama terfokus pada usaha pencegahan kebakaran hutan, perlindungan hutan dan ekosistem gambut, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dalam usaha untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan lahan hutan.

Beberapa program yang telah dimulai APP di propinsi Kalbar antara lain kerjasama dengan Yayasan Belantara dan IDH Sustainable Trade Initiatives serta melibatkan tiga perusahaan Hutan Tanaman Industri dalam pengelolaan lansekap berkelanjutan pada hutan produksi di lansekap Kubu-Ketapang.

Selain itu, dalam upaya mencegah kebakaran hutan, terutama di area lahan gambut, APP dan para pemasoknya telah membangun lebih dari 5 ribu bendungan di kanal perimeter di sekeliling area hutan tanaman produksi di Indonesia. 500 bendungan diantaranya di bangun di Kalbar.

APP juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Gubernur Kalbar dalam mengembangkan energi terbarukan dengan menggunakan tanaman Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw).
Pengembangan tanaman Kemiri Sunan, yang buahnya dapat digunakan sebagai biodiesel, menjadi sebuah upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

Proyek percontohan ini akan berupa kerjasama antara Dinas Kehutanan Kalimantan Barat, APP, Yayasan Belantara dan Universitas Tanjungpura.

Propinsi Kalbar memiliki potensi besar dalam pembudidayaan tanaman Kemiri Sunan. Saat ini direncanakan sekitar 5 ribu hektar area di kawasan hutan produksi yang belum dibebani izin, termasuk dalam wilayah kabupaten Landak, Mempawah dan Kubu Raya, akan ditanami dengan tanaman Kemiri Sunan.

Kawasan ini akan dijadikan kawasan hutan dengan tujuan khusus yang dikelola oleh Universitas Tanjungpura. Diharapkan dari 5 ribu hektar tanaman Kemiri Sunan akan dapat menghasilkan 30 ribu-40 ribu ton biodiesel per tahunnya.

"Pembangunan hijau yang menguntungkan baik lingkungan maupun masyarakat merupakan hal yang selalu ingin kami wujudkan di bawah komitmen Kebijakan Konservasi Hutan (Forest Conservation Policy / FCP) kami," ujar  Managing Director Sustainability APP, Aida Greenbury.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Aida, diperlukan kolaborasi dan kerjasama yang kuat antar para pemangku kepentingan. "Inilah alasan kami terus mendorong dilakukannya pengelolaan dengan pendekatan lansekap," imbuhnya.

Agus P. Sari selaku CEO Yayasan Belantara menyatakan, pengembangan kemiri sunan dalam konteks pengelolaan lansekap yang berkelanjutan akan mencapai beberapa tujuan sekaligus peningkatan produktivitas lahan, pendapatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan, termasuk pasokan energi terbarukan.[wid]

APP juga memahami pentingnya peranan masyarakat lokal dalam mewujudkan pengelolaan lansekap yang berkelanjutan. Untuk itu, APP dan para pemasoknya menerapkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang terfokus pada program agroforestry.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA