Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, termasuk kabar tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang sempat memicu ketidakpastian di pasar global.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik sekitar 2 persen, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil justru melemah antara 0,5 persen hingga 1,5 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis sekitar 0,2 persen, sedangkan indeks Topix turun sekitar 0,4 persen.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.799, sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.842,67.
Penguatan bursa Korea Selatan terutama didorong oleh lonjakan saham-saham sektor pertahanan yang mencatat kinerja jauh lebih baik dibandingkan pasar secara keseluruhan. Menariknya, kenaikan ini terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Saham Hanwha Aerospace, perusahaan pertahanan terbesar di Korea Selatan, melonjak lebih dari 10 persen. Sementara saham Hyundai Rotem, produsen utama tank tempur K2, naik sekitar 11 persen.
Kenaikan paling tajam terjadi pada saham LIG Defense & Aerospace yang melesat lebih dari 28 persen, mendekati batas maksimal kenaikan harian sebesar 30 persen di bursa Kospi. Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen sistem pertahanan udara Cheongung, yang sebelumnya digunakan dalam operasi militer di Uni Emirat Arab selama konflik dengan Iran.
BERITA TERKAIT: