Investor Lokal Ditantang Terjun Ke Lantai Bursa

Pasal Modal Indonesia Dikuasai Asing

Kamis, 28 Februari 2013, 08:21 WIB
Investor Lokal Ditantang Terjun Ke Lantai Bursa
ilustrasi/ist
rmol news logo .Pasal modal Indonesia menjadi tujuan investasi paling menarik di Asia Tenggara. Tapi sayang, pemainnya didominasi asing. Investor lokal ditantang terjun ke lantai bursa.  

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bam­bang Sulisto menga­ta­kan, Indo­nesia saat ini ma­sih men­jadi tu­juan investasi paling me­narik.

“Di Asia, investasi di negara In­donesia masih tertinggi, tidak saja dalam bentuk investasi lang­sung, tetapi juga pasar modal,” kata Sur­yo di Gedung Bursa Efek In­donesia (BEI) di Jakarta, ke­ma­rin.

Direktur Perdagangan dan Pe­ng­aturan Anggota Bursa BEI Sam­sul Hidayat meng­ung­kap­kan, pertumbuhan investasi di pa­sar modal terus naik selama lima tahun terakhir.

Kapitalisasi pasar mo­dal Indonesia kini su­dah men­capai Rp 4.500 triliun.  Men­de­kati Singapura, yang ber­ada di­ angka 500 miliar dolar AS atau se­kitar Rp 5 ribu triliun.

“Sa­yang­nya, ke­tertarikan inves­­tor lokal masih minim. Pasar mo­dal In­do­nesia ma­sih tergantung pada in­vestor asing,” sesalnya.

Dia menuturkan, otoritas bursa sebetulnya berharap pelaku pasar di ­BEI didominasi investor lokal. Sebab, dengan demikian, ba­nyak masyarakat Indonesia yang bisa menikmati keuntungan dari akti­vitas keuangan di pasar modal.

Selain itu, partisipasi investor lokal diperlukan agar pasar modal te­rus bergairah. “Peran asing di pa­sar modal masih sangat besar. Ka­lau tak ada asing, siapa yang mau menggerakkan pasar,” jelasnya.

Direktur Utama PT Henan Pu­tihrai Securities Ferry Su­djono menilai, peran investor lokal mi­nim karena mereka takut meng­ambil risiko. Kondisi itu disa­yang­kannya.

Sebab, kata Ferry, return of investment atau keun­tungan hasil investasi dari pasar modal lebih tinggi dari investasi deposito yang disimpan di bank-bank besar di tanah air.  

“Bank me­mang memberikan jaminan atas dana investasi yang disimpan, ter­utama bank peme­rin­tah. Se­mentara in­vestasi di pasar modal ada risiko yang perlu diha­dapi.

Ta­pi perlu diketahui,  banyak in­ves­tor yang bisa me­ngelola risiko,” kata Ferry.

Namun,  Ferry meng­ingatkan, para calon investor baru yang tertarik melantai di pasar modal harus hati-hati. Jangan terlalu per­caya dengan rekanan bisnis yang baru dikenal.  

“Calon investor harus lebih aktif mempelajari perkembangan per­usa­haan publik yang akan men­jadi tempat investasi,” pesan Ferry.

Pengamat pasar modal Dan­dossi Matram menilai, parti­sipasi inves­tor lokal minim karena penge­ta­huan masyarakat tentang cara in­vestasi di pasar modal juga minim.

“Selama ini hanya orang yang mengetahui saja yang bermain sa­ham di bursa.

Sebenarnya banyak orang yang berminat, hanya tidak tahu bagaimana caranya. Ini men­jadi pekerjaan rumah oto­ritas bursa,” katanya.

Dia memahami tidak mudah un­tuk melakukan sosialisasi ke mas­yarakat karena banyak yang takut mengambil risiko. Untuk me­ning­katkan jumlah investor lo­kal, mem­butuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA