Gita & Jokowi Kolaborasi Garap Revitalisasi Pasar

Gubernur Diundang Khusus Ke Acara Coffee Morning

Rabu, 27 Februari 2013, 08:36 WIB
Gita & Jokowi Kolaborasi Garap Revitalisasi Pasar
ilustrasi, Pasar
rmol news logo Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mulai kompak. Jokowi diundang Gita untuk coffee morning. Salah satu tema yang dibahas adalah bekerja sama melakukan revitalisasi pasar tradisional di Ibukota.

Coffee morning itu digelar di Gedung Utama Kantor Kemente­rian Per­dagangan Jakarta, kema­rin. Banyak hal yang dibicara­kan. Di antaranya mengenai ren­cana revitalisasi pasar, mahalnya harga daging sapi dan ma­rak­nya barang ilegal dipasaran.

Gita mengatakan, revitalisasi pasar di ibukota sebenarnya su­dah dimulai. Peletakan batu per­tama pembangunan telah dilaku­kan satu pasar di Jakarta.

“Kalau ada dukungan untuk me­ningkatkan jumlah pasar yang harus direvitalisasi, kami men­dukung,” kata Gita semangat.

Gita menerangkan, konsep re­vitalisasi pasar tidak jauh ber­beda dengan yang sudah dilaku­kan di daerah lain. Seperti di Jawa Te­ngah, Papua dan Bali.

Menu­rut­nya, selama ini revita­lisasi cu­kup baik. Misalnya, di Pasar Agung, Bali, revitalisasi mem­buat nilai transaksi naik di atas 50 persen karena pengunjung lebih nyaman ber­belanja sebab pasar lebih bersih dan bagus.

Jokowi menimpali, di ibukota ada 20 pasar binaan yang perlu direvitalisasi. Untuk perco­baan, dimulai satu pasar dulu. “Kita coba satu pasar dulu di Me­ruya Jakarta Barat,” kata Jokowi.

Jokowi menu­tur­kan, pemba­ngunan revitalisasi pasar akan meng­­­gunakan dana Anggaran pen­dapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Penda­pa­tan Belanja  Daerah (APBD).

Gita dan Jokowi juga mem­ba­has ten­tang maraknya per­eda­r­an ba­rang ile­gal. Gita ge­ram dengan maraknya produk ilegal karena merugikan konsu­men. Produk tersebut be­lum ten­tu terjamin kua­litasnya.

Untuk menghadapi ma­salah itu, ungkap bekas bos JP Morgan itu, pihaknya bersama Pemprov DKI Jakarta akan melakukan so­sia­lisasi bersama ke masyarakat dan mem­berikan edukasi agar men­jadi konsumen cerdas.

“Konsu­men jangan hanya ter­giur barang murah dan kenyang. Tapi kua­litas perlu diperhati­kan. Karena itu, kita minta du­ku­ngan gubernur dan jajarannya untuk me­lakukan penyuluhan,” jelas Gita.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pa­sar Tradisional Seluruh Indone­sia (APPSI) Ngadiran mendu­kung re­vitalisasi pasar. Apalagi per­tum­buhan pasar modern sa­ngat pesat. 

“Pertumbuhan pasar modern yang pesat telah mem­buat pasar tradisional sekarat, ka­lah ber­saing,” curhat Ngadiran.

Dia menegaskan, revitalisasi pasar sangat di­perlukan. Berda­sarkan data dari PD Pasar Jaya, dari 151 pasar tradisional di Ja­karta, hanya 27 pasar yang ba­ngunannya masih dianggap baik.

Ngadiran berharap, revitali­sasi pasar yang dilakukan pe­merintah tidak berdampak pada terusirnya peda­gang lama. Para pedagang pasar harus diutama­kan kepenti­ng­­annya.

“Per­lakukan mereka dengan adil. Kita berharap revitalisasi bisa membuat pasat tradisional me­nguat dan bisa hidup serasi de­ngan pasar modern,” harap­nya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA