Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik 27 poin ke level 6.128 saat pembukaan. Hingga 15 menit pertama perdagangan, indeks masih menguat 0,32 persen ke posisi 6.120.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Volume transaksi mencapai 4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,2 triliun, sementara frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 345 ribu kali transaksi.
Penguatan IHSG ditopang oleh keputusan MSCI yang kembali menempatkan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang bersama China, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand.
Dalam evaluasi terbarunya, MSCI mengapresiasi sejumlah reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia melalui Self-Regulatory Organization (SRO). Perbaikan tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen.
Meski demikian, MSCI masih menyoroti sejumlah tantangan yang perlu dibenahi. Investor institusional global disebut masih memiliki kekhawatiran terkait kelayakan investasi di pasar modal Indonesia, terutama menyangkut struktur kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya transparan serta adanya indikasi praktik perdagangan yang terkoordinasi.
MSCI menyatakan kedua isu tersebut dapat membatasi kemampuan investor dalam menilai free float yang sebenarnya dan menggunakan harga pasar sebagai acuan dalam penyusunan portofolio maupun replikasi indeks.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: