Blok Siak Belum Dikelola, Wacik Gantung Permohonan Chevron

Dirjen Migas Tidak Berniat Libatkan Pertamina

Minggu, 10 Februari 2013, 07:55 WIB
Blok Siak Belum Dikelola, Wacik Gantung Permohonan Chevron
ilustrasi, Blok Siak
Kecil Besar
rmol news logo .Kontrak pengelolaan Blok Siak oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan berakhir 27 November tahun ini. Permohonan perpanjangan kontrak yang diajukan belum mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kabarnya, sedang ada evaluasi karena PT Pertamina juga mengincar blok itu.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro me­ngaku, pihaknya saat ini masih terus mengevaluasi perusahaan yang bakal ditunjuk mengelola Blok Siak. Meski begitu, Perta­mina diberi kesempatan menge­lola ladang minyak tersebut.

“Semua masih diproses. Kepu­tusan harus bareng-bareng. Un­tuk Pertamina, kalau memang tertarik mengelola Blok Siak silakan mengajukan kontrak, kami terbuka kok,” ujarnya.

Menurut dia, jika hingga kontrak berakhir tapi Kemen­terian ESDM belum bisa menen­tukan siapa pengelola pengganti Chevron, maka perusahaan itu otomatis tetap menjadi pengelola blok tersebut sampai ada kepu­tusan selanjutnya.

Edy menegaskan, saat ini pe­merintah masih melihat keta­hanan energi dari blok lain selain Siak. “Tapi kita coba keselu­ruhan. Jangan sampai ini jadi backbone (tulang punggung) kita tapi hancur-hancuran,” tegas dia.

Kendati begitu, menurut Edy, sebenarnya pemerintah tidak ada rencana memberikan blok ter­sebut ke perusahaan nasional. Akan tetapi, pihaknya juga belum memutuskan perpanjangan kontrak tersebut.

“Kita belum tahu. Itu kan kontrak habis November 2013 kalau belum selesai ya nanti ada klausul sementara untuk yang incumbent biar menyelesaikan dulu, setahun kan tidak apa-apa,” katanya.

Vice President Policy, Govern­ment and Public Affairs Chevron Yanto Sianipar agar pengelolaan Blok Siak bisa diperpanjang. Bahkan, demi diperpan­jangnya kon­trak tersebut Chevron telah mengajukan penambahan inves­tasi.

“Kita sudah bikin proposalnya. Tapi untuk nilai investasinya kami belum bisa mengatakan. Ya paling enak sih sebelum habis masa kontraknya sudah ada kepastian,” tandasnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir malah mengaku pihak­nya belum resmi menga­jukan proposal pengelolaan Blok Siak.

Mengenai siapa yang nanti mengelola Blok Siak, menurut dia, Pertamina akan mengikuti kepu­tusan peme­rintah. Untuk saat ini, BUMN perminyakan ini belum mengambil posisi untuk mengam­bilalih pengelolaan Blok Siak.

Ali mengatakan, pihaknya masih akan mengkaji lebih lanjut untuk mengelola blok tersebut. “Untuk saat ini kami masih akan kaji lagi secara teknis dan finan­sial, jangan dibilang siap dulu,” cetusnya.

Pengamat perminyakan Kurtu­bi berpendapat, setelah kontrak blok migas habis seharusnya seluruh aset kembali ke negara. Jika blok yang sudah habis kontrak tapi diperpanjang akan ada potensi uang negara berpin­dah ke pihak lain, setidaknya selama 30 tahun ke depan. “Padahal seluruh aset 100 persen milik negara,” katanya.

Oleh karena itu, Kurtubi me­minta pemerintah tidak melanjut­kan lagi kontrak dengan Chevron di Blok Siak yang berakhir November 2013. Menurutnya, semua blok minyak itu harusnya diserahkan pengelolaannya kepa­da Pertamina sebagai BUMN. “Libatkan juga BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) agar daerah dapat keuntungan,” ujarnya.

Jika memang Pertamina tidak mampu, bisa dilanjutkan kerja sama dengan investor atas nama negara. Investor asing diundang melakukan eksplorasi dan eksploitasi di blok-blok baru saja. Namun, ada catatan, investor asing ini harus memiliki modal sendiri untuk membiayai eksplorasi.

Untuk diketahui, masa kontrak bagi hasil (production sharing contract) anak usaha Chevron Pacific Corp, perusahaan minyak dan gas berbasis di Amerika Serikat, di Blok Siak ditanda tangani pada 1991 dan berlaku selama 22 tahun.

Chevron Pacific, yang sebe­lum­nya bernama PT California Texas Indonesia, mengelola Blok Siak pada September 1963 melalui sistem kontrak karya. Saat ini produksi Blok Siak sekitar 1.600-2.000 barel per hari. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA