Kebijakan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers tentang kebijakan pemerintah dalam mitigasi dan antisipasi dinamika global di Seoul, Rabu malam, 31 Maret 2026..
Ia menegaskan bahwa optimalisasi program dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama dalam pemenuhan gizi masyarakat penerima manfaat.
“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” kata Airlangga.
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perlakuan khusus bagi sejumlah wilayah dan kelompok prioritas. Untuk sekolah berasrama, daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi, distribusi MBG tetap berlangsung enam hari dalam sepekan, yakni dari Senin hingga Sabtu.
Langkah optimalisasi tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas, yakni transformasi budaya kerja serta penghematan energi yang mulai diberlakukan secara nasional pada 1 April 2026.
Dari sisi fiskal, pemerintah memproyeksikan kebijakan ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara.
“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” ujar Airlangga.
Hingga awal Maret 2026, program MBG tercatat telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, yang meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia (lansia).
BERITA TERKAIT: