Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, hingga saat ini sistem satu arah nasional masih diberlakukan untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan.
"Dari kemarin sampai saat ini masih kami berlakukan
one way nasional. Kondisi arus lalu lintas khususnya di jalan tol cukup terkendali, dampaknya juga ke jalur arteri," kata Irjen Agus di Tol Jakarta-Cikampek.
Berdasarkan data jumlah kendaraan pada puncak arus mudik mencapai sekitar 270 ribu kendaraan. Ada peningkatan sekitar 4,26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan catatan 258 ribu kendaraan.
“Oleh sebab itu, mekanisme rekayasa lalu lintas dari kilometer 36 sudah kami lakukan
contraflow 1 lajur sampai km 47. Setelah itu kami perpanjang dari km 47 kita ke km 48 2 lajur. Dari km 48, kami buat lagi
contraflow lajur 3 sampai ke km 70. Sampai km 70, tentunya nanti arah ke Trans Jawa alhamdulillah lancar," jelasnya.
Di sisi lain, Agus menuturkan bahwa Jalan tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sempat ditutup sementara selama satu setengah jam guna mendukung penerapan
contraflow.
Setelah rekayasa selesai dilakukan, jalur tersebut kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur lancar.
"(Tol) MBZ tadi (Kamis 19 Maret 2026) kita tutup hampir 1 setengah jam. Karena langkah-langkah
contraflow sudah selesai, kita buka lagi dan
alhamdulillah sekarang lancar," pungkas Agus.
BERITA TERKAIT: