Abu Janda Keterlaluan

Sabtu, 30 Mei 2026, 04:18 WIB
Abu Janda Keterlaluan
Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: Istimewa)
TRAGIS betul nasib orang Sumatera Barat alias Sumbar. Negeri bertuah, serambi Makkah. Hampir tidak ada lagi yang bisa dibanggakan. Padahal, banyak pendiri Republik dan ulama besar lahir di sini. Kok, bisa jadi begini?

Terakhir, Permadi Arya alias Abu Janda, yang enteng saja mengatakan orang Sumbar adalah daerah yang banyak orang barbarnya. Ia mengatakan itu jauh dari Amerika sana. Hebat ia.

Ia menghindar. Katanya, ia tak pernah mengatakan masyarakat Sumbar barbar. Ia hanya mengatakan yang ada bar barnya, kok banyak orang barbarnya. Katanya, ia mengatakan itu hanya bercanda.

Bercanda mengatakan suatu daerah barbar, bercanda apa pula yang seperti itu? Abu Janda tak perlu menghindar. 

Aneh, kalau Abu Janda sampai menghindar. Ia terbukti tak pernah tersentuh selama ini.

Apalagi sebelum menghindar, Abu Janda percaya diri mengungkapkan data-data intoleransi yang terjadi di Sumbar, yang mengakibatkan ia mengatakan orang Sumbar adalah banyak orang yang barbar.

Jadi, buat apa Abu Janda menghindar? Takut karena dilaporkan ke Bareskrim? Bahkan, hampir di seluruh provinsi yang ada Ikatan Keluarga Minang (IKM). 

Rasanya, tak ada kata takut dalam kamus Abu Janda.

Mungkinkah di daerah yang katanya intoleransi ini, peredaran narkoba paling banyak? Tingkat LGBT paling tinggi, pertumbuhan ekonomi rendah, dan sebelumnya, ada punya yang mengatakan sarang teroris? 

Seburuk itukah daerah bertuah (Sumbar) ini saat ini?

Sulit juga bagi saya menjawab, yang lahir, besar, dan mati pun mungkin di daerah ini. 

Kecuali, hanya keprihatinan dan membatin saja dalam diri yang seolah tak mengerti. $Lanteh angan" betul orang pada Sumbar.

Daerah ini memang berbeda dan punya sejarahnya sendiri, seperti umumnya daerah lain di seluruh Indonesia. 

Tapi mengatakan daerah ini orang barbarnya paling banyak, itu memang keterlaluan.

Bukan untuk stempel-stempel yang seperti itu Republik ini didirikan sejak awal. Harusnya kali ini Abu Janda tidak bisa lagi menghindar dan lolos. 

Tapi, entahlah? Mungkin masih ada juga yang menganggapnya sebagai kebebasan berpendapat. rmol news logo article

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 

< SEBELUMNYA

Abu Janda Keterlaluan

BERIKUTNYA >

Everythinggate

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA