Hal ini dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto saat peluncuran Program Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas Badan BNN melalui kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Aula Gedung Olahraga Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis 22 Januari 2026.
Suyudi mengatakan, program ini menjadi bagian dari strategi nasional yang menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menyentuh wilayah pedesaan melalui sinergi aparat negara dan partisipasi aktif masyarakat.
“Momentum ini sejalan dengan pondasi kebijakan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ke-6 tentang pembangunan dari desa dan poin ke-7 tentang pemberantasan narkoba," kata Suyudi melalui keterangan tertulis, Sabtu 24 Januari 2026.
Direktur Eksekutif Bureaucracy and Service Watch (IBSW) Nova Andika, memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif yang dilakukan BNN bersama Kemendes PDT, pemerintah daerah, serta asosiasi pemerintah daerah tersebut.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif merupakan strategi yang tepat untuk memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba secara berkelanjutan.
“Ini menunjukkan keseriusan negara dalam menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam perang melawan narkoba, khususnya di wilayah pedesaan,” kata Nova.
Andika juga menilai, langkah BNN yang menggandeng Kemendes PDT serta asosiasi pemerintah daerah merupakan pendekatan strategis untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.
“Ketika desa diperkuat dengan regulasi, pendampingan, dan edukasi yang tepat, maka desa akan menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Inilah bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya,” kata Andika.
BERITA TERKAIT: