Dalam hal ini BNN menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti kebijakan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks dan terorganisir.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan,
tujuan utamanya adalah untuk memastikan anak dan remaja harus bisa menjauhi hingga menolak penyalahgunaan narkoba, demi memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan.
“Perang melawan narkoba, tidak hanya menangkap bandar, utamanya dengan menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus ke jaringan narkoba,” kata Suyudi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 6 Januari 2026.
Transformasi besar yang dilakukan BNN di era Presiden Prabowo Subianto ini mendapat apresiasi dan dukungan dari Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI). AMMI menilai, perubahan paradigma tersebut merupakan langkah strategis yang menjawab tantangan nyata peredaran narkoba yang kian menyasar anak milenial dan Gen Z.
“Pendekatan humanis ini merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Koordinator AMMI, Nurkhasanah.
Kata Nurkhasanah, dengan menempatkan pencegahan, edukasi, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan sebagai fokus utama, BNN RI dinilai telah mengambil posisi yang tepat untuk melindungi masa depan generasi bangsa.
“Upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga pada stabilitas sosial, ketahanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” kata Nurkhasanah.
Selain itu, AMMI juga mengapresiasi kegiatan BNN bersama Bison Indonesia yang menyelenggarakan Kemah Kebangsaan Bersinar se-Jadetabek di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur yang diikuti ribuan peserta generasi muda.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Raffi Ahmad Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
BERITA TERKAIT: