Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu mengatakan, keputusan ini diambil lantaran jenazah 22 korban yang dibawa ke RS Polri Kramat Jati kondisinya masih utuh.
"Kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali," kata Romylus kepada wartawan, Rabu 10 Desember 2025.
Romylus mengatakan, dengan tidak adanya tes DNA maka proses pemulangan jenazah bisa dilakukan lebih cepat.
Di kesempatan berbeda, Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Prima Heru Yulihartono menyebut korban tewas karena menghirup gas karbon dioksida (CO2).
“Kemungkinan, karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan karena menghirup gas,” kata Prima.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: