Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Virtual History

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/jaya-suprana-5'>JAYA SUPRANA</a>
OLEH: JAYA SUPRANA
  • Kamis, 29 Juli 2021, 14:45 WIB
Virtual History
Jaya Suprana/Net
MAHASEJARAWAN Skotlandia, Prof Niall Ferguson yang mengajar sekaligus di Universitas Harvard dan Stanford merupakan tokoh utama yang menginspirasi saya menggagas andaikatamologi sebagai cara berpikir yang mendayagukan pengandaian.

Buku yang paling eksplisit mendayagunakan metode andaikatamologi adalah Virtual History yang disusun dan disunting Niall Ferguson berdasar naskah-naskah andaikatamologis dari berbagai sudut pandang tentang berbagai pemikiran andaikatamologis terhadap para peristiwa penting dalam sejarah dunia khusunya
Eropa

Virtual History

Buku Virtual History diawali introduksi cukup panjang lebar meluas mendalam tentang andaikatamologi oleh Niall Ferguson sendiri sebelum John Adamson membahas topik “What if Charles I had avoided the Civil War?”, lalu J.C.D. Clark berandaikatamologi dengan pertanyaan What if there had been no American Revolution?, kemudian Alvin Jackson mengulas sejarah Inggris-Irlandia berdasar What if Home Rule had been enacted in 1912?, sementara Niall Freguson sendiri tidak mau ketinggalan berandaikata-ria tentang Perang Dunia II melalui andaikatamologi What if Britain had “stood aside” in August 1914? disusul Andrew Roberts berimajinasi What if Germany had invaded Britain in May 1940? sebelum Michael Burleigh What if Nazi Germany had defeated the Sovyet Union? dilanjutkan oleh Jonathan Haslam dengan What if the Cold War had been avoided? serta Diane Kunz merenung tentang What if John F.Kennedy had lived? sementara Mark Almond berspekulasi menjawab pertanyaan andaikatamologis tentang apa yang akan terjadi What if Communism had not collapsed?

Eropasentris

Jelas bahwa buku Virtual History memiliki peran vital pada semesta andaikatamologi bidang ilmu sejarah yang pada hakikatnya an sich juga mengandung makna falsafahiah.

Meski terbatas pada sejarah Eropa sejak 1646 sampai dengan 1996 karena secara terbatas pula dibahas secara andaikatomologis oleh para sejarawan Eropa.

Peran andaikatamologi tidak dimonopoli sejarah sebab juga cukup berperan di matematika, faal, fisika, kimia, astronomi, kosmologi dan para pemikiran manusia yang membutuhkan simulasi dan imajinasi berupa hipotesa yang merupakan unsur utama peradaban umat manusia dengan upaya mempelajari masa lalu demi secara kelirumogis menelaah kekeliruan demi mencari kebenaran sebagai bekal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik ketimbang masa lalu.

Sejarah Indonesia

Maka menarik apabila juga disusun lalu diterbitkan buku Virtual History tentang sejarah Indonesia yang ditulis secara andaikatamologis oleh para mahasejarawan Indonesia.

Misalnya tentang apa terjadi andaikata Belanda langsung mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 atau apa yang terjadi andaikata Bung Karno dan Bung Hatta tetap menolak memproklamirkan kemerdekaan Indonesia atau apa yang terjadi andaikata Bung Karno menolak menjadi presiden seumur hidup atau apa yang terjadi andaikata Pak Harto mengundurkan diri sebelum krisis keuangan melanda Indonesia lalu meledakkan tragedi Mei 1998 atau apa yang terjadi andikata BJ Habibie tidak menyetujui referendum Timor Timur, andaikata Gus Dur melawan pelengseran dirinya, andaikata Megawati menang dan SBY kalah pilpres 2004, andaikata Jokowi tidak menyapreskan diri pada tahun 2014, andaikata pembangunan ibu kota baru tidak dihambat pagebluk Corona serta andaikata ini dan itu lain-lainnya.

Kemudian segenap hasil telaah andaikatamologis digunakan sebagai bekal Back To The Future demi menghadirkan masa depan yang lebih baik ketimbang masa lalu bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Merdeka! rmol news logo article

ARTIKEL LAINNYA