"Kita tetap melakukan beberapa pendekatan, soft power dan hard power," kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/5).
Argo menjelaskan, soft power yang dimaksud ialah mengedepankan tindakan preventif yakni melalui Binmas Noken Polri yang memberdayakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Papua.
"Kita memberdayakam anggota kepolisian dengan masyarakat disana untuk mempunyai yang memiliki suatu keterampilan," tandas Argo.
Seperti, memberikan pelatihan pertanian juga melakukan bimbingan wawasan kebangsaan.
"Ada beberapa kegiatan yang kita mengajar pada anak-anak di sana, entah itu melalui tingkat PAUD, kemdian tingkat SD ada disana. Ini menjadi bagian daripada soft power yang kita lakukan," ujarnya.
Hal ini, sambung Argo, semata-mata untuk memberikan rasa aman serta yang tidak kalah penting ialah menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat. Melalui pendekatan soft power ini aparat bisa mendengarkan keluhan dari masyarakat.
BERITA TERKAIT: