Setiap Lima Jam Terjadi Kecelakaan di Blora, Polisi Ungkap Penyebabnya

LAPORAN: ADIRIN*

Rabu, 05 Agustus 2026, 15:13 WIB
Setiap Lima Jam Terjadi Kecelakaan di Blora, Polisi Ungkap Penyebabnya
(Foto: Dok. Humas Polres Blora)
Kecil Besar
rmol news logo Keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. 

Sepanjang semester pertama 2026, ratusan kecelakaan masih mewarnai jalan-jalan di wilayah tersebut dengan korban jiwa mencapai puluhan orang. Data ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan masih mengintai setiap pengguna jalan.

Berdasarkan data Satlantas Polres Blora, selama periode Januari hingga Juni 2026 terjadi 332 kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 38 orang meninggal dunia, 394 orang mengalami luka ringan, sedangkan kerugian material mencapai Rp205,3 juta.

Jika dirata-rata, lebih dari satu kecelakaan terjadi setiap hari atau sekitar satu kecelakaan setiap lima jam. Angka tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan keselamatan berkendara belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya, mengatakan jumlah kecelakaan pada enam bulan pertama tahun ini masih tergolong tinggi.

"Januari sampai Juni 2026 terjadi 332 kecelakaan lalu lintas," kata Bayu kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia merinci, dari ratusan kecelakaan tersebut, sebanyak 38 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.

"Korban meninggal dunia 38 orang. Korban luka ringan 394 orang," ujarnya.

Selain korban jiwa, kecelakaan juga mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit.

"Kerugian material sebesar Rp205.300.000," imbuhnya.

Menurut Bayu, hasil evaluasi Satlantas menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan. Sebagian besar insiden dipicu oleh pengendara yang kurang waspada saat berada di jalan.

"Faktor penyebab paling banyak karena kurang hati-hati," jelasnya.

Selain itu, hilangnya konsentrasi saat berkendara juga menjadi penyebab yang kerap ditemukan dalam setiap penanganan kecelakaan.

Ia menambahkan, kondisi fisik pengendara yang lelah atau mengantuk turut meningkatkan risiko kecelakaan.

"Kurang istirahat atau mengantuk saat berkendara juga banyak kami temukan," katanya.

Karena itu, Satlantas Polres Blora mengimbau masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan. Menurut Bayu, keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengemudi, tetapi juga kondisi tubuh pengendara.

"Sebelum berkendara harus siap diri dan sehat jasmani maupun rohani," ujarnya.

Pemeriksaan kendaraan juga tidak boleh diabaikan. Pengendara diminta memastikan seluruh komponen kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan.

"Cek rem, tekanan ban, lampu utama, lampu rem, dan lampu sein," kata Bayu.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan helm berstandar SNI, membawa SIM dan STNK, mematuhi rambu lalu lintas, serta tetap fokus selama perjalanan.

"Utamakan keselamatan daripada kecepatan," pungkasnya.rmol news logo article

*Kontributor Blora
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA