Selain menyerap jutaan tenaga kerja, sektor ini juga semakin memanfaatkan perdagangan digital untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Data menunjukkan sektor fesyen dan kriya menyerap 3,69 juta tenaga kerja pada 2024. Sementara pada triwulan I 2026, produk domestik bruto (PDB) sektor tersebut mencapai Rp120,13 triliun. Seiring pertumbuhan itu, perilaku belanja masyarakat juga berubah, dengan semakin banyak konsumen menemukan produk melalui konten digital seperti video pendek dan siaran langsung.
Momentum tersebut terlihat dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang mempertemukan pelaku fesyen lokal, kreator konten, dan konsumen dalam ekosistem perdagangan digital. Model pemasaran berbasis konten atau discovery commerce dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Fashion Category Strategy and Campaign Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Claudia Elaine, mengatakan cara masyarakat menemukan dan membeli produk fesyen terus berkembang.
"Cara masyarakat menemukan dan membeli produk fesyen terus berkembang. Makin banyak konsumen yang mendapatkan inspirasi melalui video pendek dan sesi LIVE. Inklusivitas discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal dari berbagai skala untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui konten, komunitas, dan aktivitas perdagangan dalam satu ekosistem yang terintegrasi," ujarnya dalam keterangannya kepada media di Jakarta, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan perubahan tersebut adalah Beige Studio. Usaha fesyen yang dirintis Priscillia Wirjadinata saat masih berkuliah itu kini berkembang menjadi bisnis utama dengan seluruh karyawannya merupakan perempuan.
Dalam mengembangkan usahanya, Beige Studio memanfaatkan konten digital untuk memperkenalkan koleksi baru dan menjangkau konsumen. Menurut Priscillia, konsistensi, keaslian, dan relevansi konten menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Saat ini, usahanya mampu mencatat hingga 700 pesanan per hari.
"Dukungan TikTok Shop memperkuat brand kami; saat kampanye tanggal kembar dan pay day, penjualan kami naik lebih dari 50 persen," ujar Priscillia.
Selain pelaku usaha, peran kreator konten atau affiliate juga semakin besar dalam memperluas pemasaran produk fesyen lokal.
Pada 2025, jumlah pesanan melalui affiliate di TikTok Shop meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan 2024. Sementara itu, laporan Accenture Song bertajuk Shoppertainment: APAC's Trillion-Dollar Opportunity memproyeksikan nilai ekonomi kreator di kawasan Asia Pasifik, termasuk affiliate, mencapai 1,2 triliun Dolar AS pada 2030.
Salah satu affiliate, Ireztia, mengaku awalnya mempelajari sistem affiliate untuk mendukung bisnisnya sendiri. Namun, aktivitas tersebut kemudian berkembang menjadi cara membantu UMKM fesyen memperluas pasar.
"Awalnya, aku ingin belajar bagaimana affiliate bekerja karena ingin pakai untuk brand sendiri. Ternyata ketagihan, dan dari situ mulai serius menjalani profesi ini karena bisa sekaligus bantu brand UMKM fashion di Indonesia," ujarnya.
Menurut Ireztia, membangun kepercayaan konsumen menjadi faktor utama dalam memasarkan produk. Karena itu, ia hanya merekomendasikan produk yang telah melalui proses seleksi, mulai dari ulasan, reputasi toko, hingga kelengkapan perizinan.
BERITA TERKAIT: