Vanezuela - Iran, Dedikasi Dari 'Sahabat Selamanya'

Ahmadinejad mencium peti jenazah Chavez, 2013. Iran menjadikan 6 Maret sebagai Hari Berkabung Nasional Iran kepada Venezuela/Net

  Venezuela mempertahankan hubungan yang kuat dengan Iran sejak pemerintahan mendiang mantan presiden Hugo Rafael Chavez Frias hingga Nicolas Maduro. Sebelum kematiannya, Chavez mengembangkan ikatan yang kuat dengan pemerintah Iran, khususnya di bidang produksi energi, ekonomi, dan kerja sama industri.

Kedua negara memiliki kerja sama yang baik dalam konstruksi, minyak dan gas, dan dalam proyek infrastruktur.

Chavez mengunjungi Iran untuk pertama kalinya pada 2001, ketika dia menyatakan bahwa Venezuela mempersiapkan jalan bagi perdamaian , keadilan, stabilitas dan kemajuan untuk kedua negara dalam menghadapi abad ke-21.  Kemudian Chavez beberapa kali mengunjungi Iran pada kesempatan lain.

Ketika Presiden Iran yang kelima, Mohamed Khatami, mengunjungi Venezuela pada Maret 2005, Chavez memberinya medali Orden del Libertador dan menyebutnya "pejuang yang tak kenal lelah untuk semua tujuan yang benar di dunia."

Hubungan erat Venezuela - Iran juga program nuklir keduanya, telah menciptakan kekhawatiran bagi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Saat Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden Iran, hubungan kedua negara semakin erat. Ahmadinejad dan Chavez mengunjungi satu sama lain beberapa kali, menandatangani lebih dari 270 kesepakatan bilateral untuk mendukung berbagai kampanye pembangunan sosial dan infrastruktur nasional.

Chavez dan Ahmadinejad menggambarkan diri mereka di panggung dunia sebagai lawan dari imperialisme AS.  Keduanya menganggap satu sama lain sebagai sekutu.

Pada awal Mei 2006, Venezuela membuat kontroversi dengan rencananya menjual 21 F-16 Fighting Falcons ke Iran. Pada Mei 2006, Chavez menyatakan pandangannya tentang produksi energi nuklir di Iran yang diumumkan oleh Mahmoud Ahmadinejad dan membantah bahwa mereka memiliki rencana untuk mengembangkan senjata atom.

Chavez berjanji bahwa Venezuela akan ‘tetap bersama Iran kapan saja dan dalam kondisi apa pun’.

"Kami bersamamu dan dengan Iran selamanya. Selama kita tetap bersatu kita akan dapat mengalahkan imperialisme, tetapi jika kita terpecah mereka akan mendorong kita ke samping," adalah kalimat Chavez yang tetap diingat Iran hingga saat ini.

Hingga ketika Venezuela berada dalam masa sulit seperti sekarang di tegah embargo AS dan di masa krisis karena virus corona, Iran datang menolong sebagaimana Venezuela kerap menolong Iran.

Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah melupakan bantuan yang diberikan oleh Komandan Chavez pada 2008 ketika rakyatnya sangat terpengaruh oleh sanksi dan blokade keuangan yang diberlakukan oleh imperialisme AS.

David Smilde, seorang peneliti Venezuela dari Universitas Tulane di AS, mengatakan kerja sama antara Caracas dan Teheran adalah alami.
“Keduanya melihat satu sama lain sebagai mitra strategis dalam dunia multipolar dan keduanya adalah negara yang terlarang di mata Amerika Serikat,” ujar Smilde seperti dikutip dari BBC.

Ketika Chavez meninggal pada 5 Maret 2013, Ahmadinejad menangisi peti mati Chavez. Itu adalah tangisan pria sejati yang mengucapkan selamat tinggal kepada saudaranya, temannya, kawannya, dalam perjuangan.

Pada rangkaian upacara pemakaman itu Ahmadinejad tampak berjalan menghampiri peti jenazah Chavez dengan langkahnya yang berat. Setelah berdiri sejenak di samping peti jenazah, Ahmadinejad kemudian membungkuk untuk mencium peti jenazah. Ia menangis, seperti dikutip dari The Global.

Nicolas Maduro ketika itu meletakkan sebuah pedang kehormatan di atas peti jenazah Chavez yang telah dibungkus bendera Venezuela. Dengan suara penuh emosi duka Maduro menyampaikan kata-kata perpisahan pada sang El Commandante sambil menaruh pedang itu.

"Komandan, di sinilah engkau berbaring, tak tergoyahkan, suci, murni, untuk selamanya..Gelora jiwa dan semangatmu terlampau kuat sehingga tubuhmu tak mampu menahannya. Kini jiwa dan semangatmu mengembara ke seluruh jagat raya bersama berkat dan cinta," ujar Maduro.

Ungkapan duka cita Iran atas kepergian pemimpin Venezuela itu digambarkan dengan dilangsungkannya Hari Berkabung Iran untuk Venezuela pada 6 Maret.

Hampir tidak pernah terjadi, suatu negara mengumumkan hari berkabung nasional atas kematian seorang pemimpin negara lain. Namun itu terjadi pada Iran, yang menunjukkan persahabatan dan simpati atas duka rakyat Venezuela, akibat kehilangan presiden yang sangat dicintai rakyatnya itu.

“Ahmadinejad selalu mengungkapkan kekagumannya yang besar pada Chavez, keberaniannya dan martabatnya yang luar biasa, menentang imperialisme ketika psikopat George Bush Jr. ada di sana, untuk membantu Iran, sebuah negara yang dikepung, diblokir, dianiaya dan pada saat sangat sedikit yang membantu orang-orang Iran, Chavez tidak pernah memunggunginya,”  tulis akun Twitter @arturomeggido.  Hal yang sama juga ditulis pada postingan akun Gleen Emilio Rivas.

“Hari ini Rakyat Iran yang mulia mengembalikan gerakan itu dengan cinta yang tak terbatas. Keberanian melawan segala rintangan, bahkan ancaman bom, tidak membuat mereka takut. Mereka memutuskan tanpa ragu untuk membawa martabat mereka di kapal untuk membantu Venezuela!”

Di masa krisis saat ini, pemerintah Venezuela menjadikan Iran sekutu untuk bantuan. Dan Iran tanpa harus berpikir lagi mengirim bahan bakar minyak dan gas yang diangkut dengan lima kapal tanker ke Venezuela. Lima kapal tanker tersebut adalah Fortune, Clavel, Forest, Faxon, dan Petunia.

Pelayaran kapal tanker Iran untuk mengantarkan bahan bakar minyak (BBM) ke Venezuela itu  memicu ketegangan dengan Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi ekonomi pada kedua negara. Namun, Iran tidak peduli.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tragedi Tenggelamnya Kapal Ertugrul 1890, Cikal Bakal Hubungan Kuat Turki-Jepang
Histoire

Tragedi Tenggelamnya Kapal E..

16 September 2020 09:41
Penyatuan Jepang Dalam Sejarah Berdarah Pertempuran Sekigahara
Histoire

Penyatuan Jepang Dalam Sejar..

15 September 2020 06:15
Mengenang Konferensi Gabungan Dua Korea, Jalan Menuju Reunifikasi Yang Terkubur
Histoire

Mengenang Konferensi Gabunga..

07 September 2020 21:48
Pembantaian Munchen, Darah Atlet Israel Di Tangan Para Teroris Palestina
Histoire

Pembantaian Munchen, Darah A..

05 September 2020 22:56
Soeharto Dan Label Opsir Koppig
Histoire

Soeharto Dan Label Opsir Kop..

31 Agustus 2020 15:00
Panglima Besar Di Simpang Kudeta
Histoire

Panglima Besar Di Simpang Ku..

31 Agustus 2020 14:42
Kudeta Gagal 3 Juli 1946
Histoire

Kudeta Gagal 3 Juli 1946

31 Agustus 2020 14:29
Kudeta Pertama Yang Dimaafkan
Histoire

Kudeta Pertama Yang Dimaafka..

31 Agustus 2020 13:02