Dianggap Strategis Pelihara Kamtibmas, Kapolri Akan Kembangkan Divisi Humas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Rabu, 27 November 2019, 19:15 WIB
Dianggap Strategis Pelihara Kamtibmas, Kapolri Akan Kembangkan Divisi Humas
Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal/RMOL
rmol news logo Peran dan fungsi humas Polri saat ini tidak semata hanya sebagai jurubicara. Kedudukanya yang saat ini dinilai sangat strategis dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pengelolaan media membuat Kapolri Jenderal Idham Azis menginginkan untuk mengembangkan humas.

Begitu yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergitas Lembaga Terkait Dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa; Menjaga  Fungsi Media Dalam Pilar Demokrasi" di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (27/11).

"Saat commander wish Pak Kapolri, beliau menyampaikan, saya diperintahkan beliau untuk mengembangkan Divisi Humas Polri menjadi badan humas. Jadi Kepala Divisi Humas Polri menjadi Kepala Badan Humas Polri atau Kabahumas, dipimpin bintang tiga," kata Iqbal.

Karena saat ini, lanjut Iqbal, cara konvensional yang dipakai dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan cara menurunkan satu batalyon pasukan-pasukan khusus sekalipun tidak akan efektif meredam ketegangan.

"Yang ada justru menambah ketegangan. Kalah dengan satu narasi. Ketika narasi itu dikemas dengan angle yang tepat, kekuatannya sangat luar biasa,” tegasnya.

Iqbal melanjutkan, di era Kepolisian modern ini, Polri lebih mengedepankan langkah pencegahan preemtif ketimbang represif. Salah satu hal yang berdampak luas pada gangguan keamanan adalah derasnya informasi di media, baik media sosial maupun mainstream.

“Ketika kita tidak mengelola (media dan informasi) dengan baik, potensi keamanan luar biasa seperti waktu case di Papua, case di Surabaya, padahal tidak ada yang meninggal di case itu, tapi dikabarkan ada yang meninggal adik-adik kita di asrama Papua. Akhirnya goyang Papua," tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA