Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Rabu, 17 Juni 2026, 19:42 WIB
Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum
Acara Dies Natalis ke-80 STIK Lemdiklat Polri di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026.(Foto: Divhumas Mabes Polri)
rmol news logo Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melakukan pengkajian dan pengembangan lembaga pendidikan menjadi Universitas Kepolisian, yang nantinya diperuntukkan tak hanya bagi anggota Polri.

Masyarakat umum pun bisa memiliki akses dalam mendalami ilmu terkait keamanan.

“Bapak Kapolri tadi mengingatkan tentang bagaimana proyeksi ke depan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodir tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengenyam ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan bisa belajar di lembaga ini,” kata Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak dalam Dies Natalis ke-80 STIK Lemdiklat Polri di Jakarta pada  Rabu, 17 Juni 2026.

Lanjut Panca, penguatan pendidikan menjadi salah satu langkah Polri guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Terbukti, tahun ini ada sebanyak 289 peserta didik diwisuda dari program sarjana, magister, dan doktoral di STIK.

Senada dengan Panca, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Eko Rudi Sudarto mengungkapkan gagasan Universitas Kepolisian sudah pernah dideklarasikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak tiga tahun lalu.

“Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit, tiga tahun yang lalu sudah men-declare ketika juga Dies Natalis di tiga tahun yang lalu untuk bisa Polri ini, STIK ini, berkembang menjadi Universitas Kepolisian,” ujar Eko.

Dengan begitu, Eko pun berharap kehadiran Universitas Kepolisian dapat membuka ruang yang lebih luas bagi berbagai kalangan dalam memajukan Polri.

“Dengan Universitas Kepolisian tentu harapannya banyak lagi masukan-masukan, karena ilmu itu tidak bersifat eksklusif. Ilmu itu harus inklusif, semua,” jelasnya.rmol news logo article


ARTIKEL LAINNYA