Pesan itu mengemuka dalam dialog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kota Makassar bertema "Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat: Peran Mahasiswa Dalam Memutus Rantai Kesenjangan Menuju Indonesia Emas" di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Andi Rama Ramadhan mengungkapkan Dialog Kebangsaan ini digelar untuk merespons berbagai dinamika nasional yang tengah menjadi sorotan publik.
Dinamika itu mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga isu gerakan mahasiswa yang mengarah pada "Reformasi Jilid II".
"Setiap gerakan kita harus matang berbasis data, serta tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik praktis maupun elit oligarki, apalagi dengan tren isu Reformasi Berjilid," kata Andi Rama dalam keterangan tertulis, Rabu 17 Juni 2026.
Selain itu, kata dia, forum ini juga mendesak pemerintah agar tidak kalah dalam menindak tegas para mafia, memberantas korupsi, serta memperkuat tata kelola pengawasan program kesejahteraan rakyat.
"Kami berharap dan menegaskan agar negara tidak boleh kalah oleh mafia, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Dialog ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, mulai dari kalangan akademisi hingga para demisioner Presiden Mahasiswa di Makassar, antara lain Ahmad Aidil Fahri (Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar 2020), Muh. Hasby Assidiq (Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar 2024-2025), Hasrul (Presiden Mahasiswa UNM 2024-2025), dan Dr. Kurniawan (akademisi).
Ahmad Aidil Fahri selaku Demisioner Presma UIN Alauddin Makassar mengingatkan para mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi di saat Indonesia sedang berusaha bangkit.
"Kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas situasi dan mendorong pemerintah agar tidak kalah dengan pihak asing maupun pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: