Hal itu disampaikan, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi dalam forum diskusi bertajuk Pengendalian Bahan Pangan, di Gedung Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/5).
"Terkait ketersediaan dan kebutuhan, khususnya di bulan Mei dan Juni, kita sudah pelajari, sudah lama nih kita ngurus soal kenaikan harga dan permintaan jelang Ramadan, sudah bisa kita kendalikan," ungkap Agung.
Kepastian amannya pangan dalam Ramadan tahun ini diyakini lantaran pihaknya melakukan studi menjelang lonjakan kebutuhan pangan selama.
"Kita memahami betul, bahwa menjelang Ramadan ada peningkatan konsumsi. Apapun alasannya, ada kenaikan konsumsi intinya. Kita lakukan studi bebrapa waktu yang lalu, ada kenaikan dan kapan naiknya," paparnya.
"Di Ramadan misalnya itu ada kenaikan 3 hari sebelum Ramadan, seminggu setelah bulan Ramadan permintaan turun. Tapi nanti sebelum Idul Fitri ada peningkatan lagi, cuma tempatnya beda, bukan lagi di DKI tapi di daerah-daerah mudik," lanjutnya.
Lanjut Agung, ketersediaan jaminan pangan yang aman juga dipastikan lantaran pihaknya telah menanam sejumlah komoditas dalam tiga dan empat bulan lalu.
"Tiga hingga empat bulan sebelum hari H, kita sudah tanam luas lahan cabai, jagung (proporsi jangung lebih banyak). Bawang putih kebutuhan kita 35-45 ribu ton per bulan, jadi kita antisipasi pasokannya. Nah tentu, dari distribusi juga penting perannya," tandasnya.
BERITA TERKAIT: