“Ingat beda ya rentan pangan dengan rawan pangan. Kalau rentan itu konsumsinya lebih tinggi dari ketersediaan pangan. Kalau rawan, memang sudah tidak ada lagi makanan,†kata Ketua Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi di kantornya, Jakarta, Jumat (16/11).
Untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya sudah memiliki strategi, di antaranya mendorong masyarakat untuk memenuhi pangannya sendiri.
Program yang diusung oleh BKP Kementan dalam strategi tersebut ialah dengan membentuk Kawasan Mandiri Pangan (KMP) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
“Jadi kita dorong dalam masyarakat di dalam kelompok-kelompoknya untuk memproduksi pangannya sendiri, konsumsinya sendiri. Jadi mereka tidak tergantung pangan dari luar daerahnya,†pungkas Agung.
[jto]
BERITA TERKAIT: