Kepala Biro Humas MPR, Siti Fauziah menjelaskan bahwa pertemuan ini dilakukan agar pihaknya mendapat masukan dari teman-teman wartawan.
"Pertemuan ini untuk berdiskusi dan kita ingin mendapatkan masukan. Kita perlu masukan dari media karena media adalah partner MPR. Ini untuk kemajuan MPR dan juga media," tutur Siti Fauziah.
Dari diskusi dan masukan media, sebagian besar awak media mengharapkan peran MPR di tengah kondisi masyarakat yang saat ini seolah-olah terbelah jelang kontestasi politik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Ini bisa dilakukan dengan pernyataan-pernyataan pimpinan MPR yang menyejukan dan memperkuat persatuan.
Para awak media berpendapat bahwa situasi masyarakat saat ini menjadi momentum bagi MPR mengimplementasikan Empat Pilar MPR dengan menyampaikan nilai-nilai Empat Pilar yang menyejukan dan mempersatukan masyarakat.
"Pimpinan MPR bisa ikut meredakan suasana panas menjelang Pemilu dan Pilpres. Masyarakat saat ini sudah terbelah," ujar salah satu peserta.
Peserta media expert lainnya juga berpendapat masyarakat saat ini sudah terkotak-kotak dan terbelah. Dalam situasi ini, MPR harus tampil dengan pernyataan persatuan dan berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, MPR juga diharapkan bisa menyasar kalangan milenial dalam sosialisasi Empat Pilar MPR. Banyak milenial yang belum banyak mengetahui tentang Empat Pilar MPR dan kondisi negara saat ini.
Kalangan milenial ini sangat aktif di media sosial. Karena itu peserta media expert meminta MPR untuk menggarap secara serius media sosial seperti Facebook, Twitter, Instragram, YouTube. Pesan Empat Pilar bisa disiasati melalui plarform media sosial.
[ian]
BERITA TERKAIT: