Inklusi Sosial Cara Wujudkan Pembangunan Yang Adil

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 19 September 2018, 06:34 WIB
Inklusi Sosial Cara Wujudkan Pembangunan Yang Adil
Diskusi Inklusi Sosial/Net
rmol news logo Inklusi sosial merupakan sebuah upaya mendorong keadilan dan kebersamaan dalam pembangunan nasional. Salah satu bentuk inklusi sosial yang sudah dilakukan pemerintah adalah program pendampingan desa.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nyoman Shuida menjelaskan bahwa melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk membangun Indonesia secara bergotong royong dari pinggiran.

Dengan begitu, sambungnya, manfaat pembangunan dapat dirasakan tidak hanya masyarakat di kota, tetapi juga mereka yang tinggal di desa.

“Program pendampingan desa merupakan cerminan dari inklusi sosial sekaligus juga bentuk nyata dari implementasi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa sesuai dengan Nawacita,” ungkap Nyoman saat berbicara dalam diskusi bertajuk ‘Inklusi Sosial Jembatan Menuju Kewargaan Setara Semartabat’ beberapa waktu lalu..

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antar pihak yang bertujuan baik untuk menyemarakkan semangat pembangunan yang mengamalkan sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Diskusi publik seperti ini harus rutin dilakukan sehingga terbangun kerjasama antar sektor untuk mencapai tujuan pembangunan. Selain itu, diskusi ini juga selaras dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu Indonesia Bersatu,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (19/9).

Pada kesempatan yang sama Sonny Harmadi Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK menjelaskan bahwa dibutuhkan semangat gotong royong untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkeadilan.

Menurut Sonny, inklusi sosial juga merupakan elemen penting yang berperan untuk mengeliminasi diskriminasi dalam pembangunan nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengimplementasikan semangat inklusi sosial dalam pembangunan nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus tingkatkan partisipasi masyarakat sehingga diskriminasi dapat dihapuskan,” papar Sonny.

Diskusi publik ini dihadiri oleh berbagai macam kalangan, meliputi pemerintah selaku stakeholder, akademisi dan juga mahasiswa. Dalam kegiatan dialog publik ini masyarakat terdampak diskriminasi sosial juga diberi ruang untuk memamparkan berbagai prestasi yang mereka raih.

Lebih lanjut, kegiatan ini dilakukan untuk merangkul para mahasiswa agar dapat secara langsung mengimplementasikan kegiatan inklusi sosial di masyarakat. [ian/***]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA