Hal itu disampaikannya saat memberikan Opening Speech Gala Premiere Film Moonrise Over Egypt di Epicentrum XXI, Jum'at (16/3). Film ini bercerita tentang perjuangan diplomasi KH Agus Salim bersama Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi, dan Nazir Datuk Sutan Pamuntjak untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kemerdekaan Indonesia.
"Kalau ingin belajar kesederhanaan, belajarlah dari KH Agus Salim. Menguasai 10 lebih bahasa, pandai berdiplomasi, disegani lawan bicara, tapi sederhana dan tetap rendah hati. Itulah beliau KH Agus Salim," katanya.
Selain kesederhanaan, ada hal lain yang juga bisa diteladani dari Agus Salim, yaitu tentang prinsip hidupnya yang dikenal dengan Leiden is Liijden atau memimpin adalah jalan menderita. Menurutnya, prinsip ini masih relevan dengan kondisi dunia politik Indonesia saat ini.
"Prinsip memimpin adalah jalan menderita ini relevan dengan kondisi sekarang, ketika memimpin justru dijadikan jalan singkat untuk mengumpulkan harta," tukasnya.
Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan bahwa Film Moonrise Over Egypt ini juga menjadi bukti bahwa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh orang-orang terdidik dan terpelajar.
"Bayangkan di bangsa yang baru merdeka sudah muncul intelektual sekelas KH Agus Salim yang kemampuan diplomasinya diakui dunia. Begitu juga Bung Karno, Bung Hatta yang meletakkan nilai nilai awal perjuangan diplomasi," tutup ketua umum PAN itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: