Kata dia, forum yang digelar FL2MI menjadi forum yang strategis karena terkait dengan pemahaman generasi muda dan mahasiswa terhadap legislasi Indonesia.
"Dengan kegiatan ini, generasi muda dan mahasiswa akan paham dengan legislasi dan diharapkan menjadi sadar untuk berkonstitusi dan taat terhadap peraturan perundang-undangan,†kata Ma’ruf Cahyono ketika berbicara dalam panel diskusi bertema ‘Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Berdemokrasi di Indonesia’ di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Senin (26/2).
Menurut Ma’ruf, Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) menjadi forum yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan kritis akademik mahasiswa.
“Dengan pikiran yang kritis, masukan serta aspirasi mahasiswa maka legislasi ke depan akan lebih baik lagi. Legislasi yang baik adalah legislasi yang respon terhadap perkembangan dan dinamika masyarakat, terutama mampu mengakomodir kehendak masyarakat,†katanya.
Lebih lanjut, Ma’ruf menjelaskan bahwa legislasi adalah bagian dari kebijakan nasional yang berada di lembaga legislatif. Di tingkat pusat, lembaga legislatif itu adalah MPR, DPR, dan DPD, yang masing-masing memiliki domain legislasi yang berbeda-beda.
"Di tingkat MPR hasilnya adalah hukum dasar atau konstitusi. Sedangkan tingkat DPR dan DPD adalah UU," ujarnya.
Panel diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan dari Muyawarah Nasional Ke-X FL2MI yang digelar pada 26 Februari hingga 3 Maret 2018. Munas FL2MI dihadiri ratusan peserta merupakan perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi dan universitas anggota FL2MI. Tampak hadir Rektor UNP Ganefri, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni.
[ian]
BERITA TERKAIT: