Apalagi dikemas secara apik maka akan memiliki nilai jual tinggi untuk diekspor ke Singapura dan Thailand harus hingga ke Eropa.
Demikian disampaikan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke daerah perbatasan, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (23/10).
Menurut Mentan, kelapa pandan yang memiliki citarasa tinggi tersebut punya potensi besar yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Dia pun meminta agar komoditas ini dikembangkan. Kementan siap membantu.
"Tolong dikembangkan kelapa pandan ini karena tidak ada kelapa seperti ini, aromanya 100 persen lain, lebih harum," ucapnya.
Ia menerangkan, kelapa pandan kalau dikemas dengan baik, harganya Rp 5 ribu per biji di Nunukan, sedangkan di luar negeri bisa mencapai Rp 80 ribu.
Oleh karena itu, sembari Kementan melakukan penelitian apakah kelapa pandan Nunukan bisa ditanam di daerah lain dengan catatan tidak merobah citarasanya, Mentan mengimbau masyarakat Nunukan menanam pohon kelapa di setiap rumah, setidaknya dua sampai lima pohon.
Seharian di Pulau Sebatik, ini beberapa agenda Mentan: kunjungan dan peninjauan jalur perdagangan komoditas pertanian ke Malaysia di tapal perbatasan; panen padi bersama di Kampung Baru (Pasar Malam) Desa Bukit Aru Indah.
Demonstrasi Inseminasi Buatan (IB) dalam rangka SIWAB; Pencanangan Tanam Padi Musim Tanam II Tahun 2017; penyerahan bantuan pertanian secara simbolis; dan bertemu dengan Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kaltara.
[wid/***]
BERITA TERKAIT: