Amanat Pembukaan UUD pada alinea keempat tersebut dikatakan lebih dahulu ada ketimbang 'Declaration of Human Right' milik Amerika Serikat.
Demikian diungkapkan Bachtiar Aly saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/10).
Amanat Pembukaan UUD tersebut, menurut Bachtiar Aly, dijalankan secara konsisten oleh bangsa Indonesia.
"Bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia," ujarnya.
Ia mencontohkan lewat Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, banyak negara di Asia dan Afrika menjadi negara yang lepas dari penjajahan asing.
"Seluruh negara di Asia dan Afrika sekarang semuanya merdeka. Tinggal Palestina yang masih dijajah," ujarnya.
Meski demikian, menurut Bachtiar Aly, Indonesia terus memperjuangkan Palestina merdeka. "Buktinya sampai saat ini kita belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel," lanjutnya.
Menjalankan amanat Pembukaan UUD, tidak hanya bagaimana memerdekakan sebuah bangsa terjajah menjadi merdeka namun dalam misi kemanusiaan, Indonesia, juga berperan aktif.
Pria asal Aceh itu mengatakan Indonesia membantu secara aktif penyelesaian krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar.
"Kita membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Rohingya," papar Bachtiar Aly.
[rus]