MPR Asah Kemampuan Mahasiswa Lewat Outbound

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 18 September 2017, 06:35 WIB
MPR Asah Kemampuan Mahasiswa Lewat Outbound
Foto/MPR
rmol news logo . Setelah dibekali materi sosialisasi dan pendalaman selama dua hari berturut-turut, selanjutnya, Minggu (17/9), para peserta sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode outbound diuji untuk mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan di kelas melalui berbagai permainan.

"Melalui berbagai permainan kita asah semangat mereka untuk bersaing dan menang, tapi tetap sportif," ujar Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf di arena kegiatan Sosialisasi Empat metode outbound di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (17/9).

Bertempat di lapangan Kampus Universitas Ida Bajumi (IBA) di Jl, Mayor Ruslan, Kota Palembang, lima kelompok mahasiswa "bertarung" untuk menjadi yang terbaik. Kelima kelompok itu adalah: Nasionalis, Patriot, Demokrasi, Reformasi dan Kesatuan.

Kegiatan ini dinilai oleh dewan juri terdiri dari: Al Muzammil Yusuf, Instiawati Ayus (anggota MPR dari Kelompok DPD), dan Tugiyana (Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR). Serta disaksikan oleh Kepala Biro Administrasi dan Pengawasan Suryani.

Ada lima macam permaian yang mengandung unsur Empat Pilar harus diikuti oleh para peserta, yaitu  Kibarkan Bendera, Chocolater River, Pipa Bocor, Enggrang, dan Api Semangat.

Setelah menyaksi beberapa permainan, Al Muzammil mengatakan, semua permainan yang diikuti para peserta mengandung unsur lima sila yang ada di dalam Pancasila. Ia berharap, mahasiswa sebagai calon pemimpin dapat diasah kemampuannya melalui permainan sehingga memiliki semangat bersaing ketat dan menang, tapi tetap menjunjung sportifitas.

"Kalau sudah sportif maka mereka akan bertanggung jawab atas segala tindak tanduk mereka," ungkapnya.

Instiawati Ayus menambahkan, untuk setiap games yang dimainkan, mereka bangun komunikasi dan koordinasi dengan target untuk mendapatkan yang terbaik. Kalau dalam permainan target itu adalah menang.

"Dan ini adalah tahapan yang membentuk mereka menjadi sosok harapan kita semua," ujar Istiawati.

Karenanya lanjut dia, kegiatan ini merupakan salah satu ruang yang membentuk mereka sebagai generasi penerus. Diharapkan, mereka tidak selesai pada ruang ini saja, tapi sebagai orang pilihan, mereka akan menjadi rujukan oleh kawan-kawannya.

"Apa yang mereka dapatkan hendaknya virus ini mereka sebarkan kepada teman-temanya yang lain. Sekali lagi, di sini mereka membangun komunikasi, membangun koordinasi   untuk meraih target yang terbaik. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA